Jakarta, Mobilitas – Merek kendaraan niaga berlambang tiga berlian yang didistribusikan oleh PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (PT KTB) itu juga membukukan meroketnya penjualan – baik secara gosir dari pabrik ke dealer (wholesales) maupun secara eceran dari dealer ke konsumen (penjualan ritel) – selama bulan April dibanding bulan yang sama di 2025.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dinukil Mobilitas di Jakarta, Rabu (13/5/2026) menunjukkan di bulan April 2026 itu, PT KTB atau Mitubishi Fuso Indonesia mencetak total wholesales sebanyak 3.452 unit. Jumlah penjualan grosir ini meroket 115,1 persen dibanding total wholesales yang dibukukannya pada April 2025.
Sementara, di bulan yang sama, total angka penjualan ritel yang diraup Mitubishi Fuso Indonesia sebanyak 3.569 unit. Jumlah penjualan eceran itu meroket 154,2 persen dibanding total penjualannya di bulan April 2025.
Sedangkan, secara kumulatif selama Januari – April 2026 total wholesales kendaraan niaga Fuso mencapai 11.456 unit. Total penjualan grosir ke dealer ini melejit hingga 52,8 persen dibanding periode sama di tahun 2025.
Adapun total penjualan ritelny, di empat bulan pertama 2026 tersebut sebanyak 11.088 unit. Jumlah penjualan eceran dari dealer ke konsumen tersebut melejit 53,6 persen dibanding penjualan ritel yang dibukukannya pada rentng waktu yang sama di tahun 2025.

Sumber Mobilitas di Gaikindo yang dihubungi di Jakarta, Rabu (13/5/2026) menyebut pengiriman truk pesanan PT Agrinas Pangan Nusantara untuk proyek Koperasi Desa Merah Putih berdampak besar ke penjualan Fuso Indonesia.
“Kalau informasi yang saya dengar, pengiriman truk Fuso ke Agrinas itu sudah dilakukan sejak Maret lalu, totalnya yang dikirim hingga bulan itu 2.600 unit. Kan pesann truk ke Fuso itu kalau enggak salah 20.600 unit, dan pengiriman selesai akhir tahun 2026. Istilahnya, Fuso bener-bener nyayur,” ujar sumber itu.
Tetapi, selain karena faktor pesanan Agrinas, pasar kendaraan niaga khususnya truk juga tertopang oleh geliat pertumbuhan sektor jasa logistik. “Data Bank Indonesia yang saya baca menyebut di Januari – Maret atau kuartal pertama 2026, sektor logistik tumbuh 8,04 persen pada secara year-on-year. Pertumbuhan itu lebih besar dibanding pertumbuhan ekonomi pada saat yang sama, yang sebesar 5,61 persen,” kata dia.
Menurut sumber itu, pertumbuhan logistik dipicu oleh meningkatnya konsumsi rumah tangga dan sektor manufaktur pengolahan makanan dan industri logam ringan, serta e-commerce maupun sektor pertanian dan perkebunan. “Ini memicu permintaan kendaraan niaga teruta truk,” tandas dia. (Anp/Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id












