Jakarta, Mobilitas – Total penjualan mobil secara eceran dari dealer langsung ke konsumen alias penjualan ritel sepanjang bulan April 2026 tersebut tidak hanya melonjak dibanding bulan sebelumnya atau Maret 2026. Tetapi, juga melonjak dibanding bulan April 2025.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip Mobilitas di Jakarta, Minggu (10/5/2026) menunjukkan di bulan April 2026 total penjulan ritel mobil di Indonesia sebanyak 75.730 unit. Jumlah tersebut melonjak 13, 7 persen dibanding total penjualan ritel yang tercetak pada bulan Maret 2026 yang sebanyak 66.637 unit.
Sementara, dibanding bulan April 2025, total penjualan ritel selama bulan keempat tersebut melonjak 30,2 persen. Sebab total penjualan eceran mobil yang dibukukan oleh seluruh merek yang ada di Tanah Air pada April 2025 hanya 57.031 unit.
Dengan melonjaknya penjualan selama bulan April tersebut, totl penjualan ritel selama empat bulan pertama (Januari – April) 2026 juga terkerek naik. Totalnya 287.581 unit, naik 6,9 persen dibanding periode sama di tahun 2025 yang sebanyak 268.940 unit.
Menanggapi fakta kenaikan penjualan ritel bulanan (April) maupun kumulatif empat bulan (Januari – April) 2026, Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara, menyebut hal itu tidak lepas dari hadirnya merek-merek baru di Indonesia. Merek menawarkan model-model baru dengan program penjualan – baik harga maupun skema pembelian – yang menarik.

“Apalagi kondisi ekonomi yang stabil dan tumbul selama kuartal pertama (Januari – Maret 2026) dengan inflasi yang rendah dan stabil memberikan dasar kepercayaan ke konsumen untuk meningkatkan konsumen. Termasuk membeli kendaraan ini di bulan April. Ekonomi juga lebih baik secara year on year,” papar Kukuh saat dihubungi Mobilitas di Jakarta, Minggu (10/5/2026).
Data riset BRI Danareksa Sekuritas yang dinukil Mobilitas di Jakarta, Minggu (10/5/2026), menunjukkan ekonomi triwulan I 2026 tumbuh 5,61 persen. Ini lebih kuat dibanding pertumbuhan ekonomi pada triwulan 2025 yang sebesar 5,39 persen.
Inflasi triwulan I 2026 tetap terkendali, dengan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada April 2026 sebesar 2,42 persen yoy. Inflasi ini menurun dibanding Maret 2026 yang sebesar 3,48 persen.
“Inflasi inti menurun menjadi 2,44 persen itu seiring tetap terjaganya ekspektasi inflasi dan konsistensi kebijakan moneter BI.Daya tahan ekonomi domestik menjadi penopang utama, terutama dari sisi konsumsi rumah tangga yang tetap kuat sepanjang Januari hingga Maret 2026,” bunyi keterangan riset itu. (Jrr/Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id












