Bisnis

Hingga Januari – April 2026, Penjualan Ritel Denza di Indonesia Masih Anjlok 59,1 Persen

×

Hingga Januari – April 2026, Penjualan Ritel Denza di Indonesia Masih Anjlok 59,1 Persen

Share this article
Denza D9 - dok.Istimewa

Jakarta, Mobilitas – Merek mobil mewah milik Build Your Dreams (BYD) itu sepanjang periode Januari hingga April 2026 membukukan anjloknya penjualan, baik secara grosir dari pabrik ke dealer (wholesales) maupun secara eceran dari dealer ke konsumen alias penjualan ritel.

Namun, dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip Mobilitas di Jakarta, Selasa (19/5/2026) memperlihatkan besaran anjloknya penjualn MPV listrik Denza di empat bulan pertama 2026 tersebut sudah sedikit menyusut l dibanding periode Januari – Maret 2026. Kemersotan penjualan – baik wholesales maupun ritel – di dua periode itu dibanding periode sama di tahun 2025.

Fakta data Gaikindo berbicara, selama kurun waktu Januari hingga Maret alias kuartal pertama 2026, total wholesales Denza sebanyak 1.117 unit. Jumlah itu anjlok 55,7 persen dibanding periode yang sama pada 2025.

Di saat yang sama penjualan ritelnya sebanyak 867 unit. Total penjualan eceran ke konsumen itu anjlok hingga 62,6 persen dibanding total penjualan eceran yang dicetaknya selama kurun waktu yang sama di tahun 2025.

Denza D9. MPV listrik premium yang merupakan bagian dari BYD – dok.Mobilitas

Sedangkan di periode Januari hingga April 2026 atau sebulan setelahnya, ternyata penjualan Denzaa di Indonesia masih ambruk. Terbukti, total wholesales-nya 2.149 unit, anjlok 35,6 persen dibanding periode sama di tahun 2025.

Sementara, total penjualan ecerannya ke konsumen alias penjualan ritelnya di kurun waktu emapat bulan pertama 2026 itu sebanyak 1.294 unit, anjlok 59,1 persen dibanding empat bulan di tahun lalu.

Selama bulan April saja, total penjualan ritel yang dibukukan Denza Indonesia hanya sebanyak 427 unit. Jumlah tersebut anjlok 49,6 persen dibanding total penjualan ritelnya pada bulan yang sama di 2025. (Anp/Aa)

Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id