Bisnis

Neta Indonesia Masih Merana, Penjualan Ritelnya di Januari – April 2026 Makin Anjlok

×

Neta Indonesia Masih Merana, Penjualan Ritelnya di Januari – April 2026 Makin Anjlok

Share this article
Ilustrasi, logo Neta - dok.Mobilitas

Jakarta, Mobilitas – Sebelumnya pada tahun 2025 selama setahun penuh (Januari hingga Desember), total penjualan mobil listrik Neta baik secara eceran dari dealer ke konsumen (penjualan ritel) anjlok dibanding tahun 2024. Meski grosir dari pabrik ke dealer (wholesales) masih naik, meski sangat tipis.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dinukil Mobilitas di Jakarta, Minggu (17/5/2026) memperlihatkan selama tahun 2025, total wholesales mobil Neta di Indonesia sebanyak 657 unit. Jumlah tersebut naik alias bertambah banyak hanya 50 unit dibanding tahun 2024 yang sebanyak 607 unit.

Namun penjualan ritelnya, ternyata anjlok cukup parah. Sebab, di tahun 2025 tersebut total penjuan ritel mobil listrik asal Shanghai, Republik Rakyat Cina yang di Indonesia diageni PT Neta Auto Indonesia sebanyak 406 unit, padahal di tahun 2024 masih sebanyak 570 unit.

Neta V saat diperkenalkan di GIIAS 2023 – dok.Mobilitas

Sementara di tahun 2026 ini – pada periode Januari hingga April – Neta Auto yang masuk pasar Indonesia sejak Agustus 2023 itu hanya meraup angka wholesales sebanyak 59 unit. Jumlah tersebut anjlok 76,4 persen dibanding total wholesales yang dibukukannya pada periode sama di tahun 2025.

Sedangkan total penjualan eceran atau penjualan ritel yang dicetaknya selama empat bulan pertama 2026 itu, sebanyak 92 unit. Total penjualan eceran tersebut anjlok hingga 55,1 persen dibanding kurun waktu yang sama di tahun 2025.

Pada bulan April saja, Neta Indonesia hanya mengemas angka wholesales sebanyak 12 unit, anjlok 76,9 persen dibanding bulan yang sama di tahun 2025. Kemudian total penjualan ritel yang dibukukannya di bulan keempat 2026 itu hanya 17 unit, anjlok 66 persen dibanding April 2025. (Din/Aa)

 

Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id