Kuala Lumpur, Mobilitas – Padahal, total penjualan mobil (gabungan seluruh model dan jenis dari berbagai merek) di periode Januari – April 2026 itu, masih meningkat dibanding periode sama di tahun 2025.
Data laporan penjualan pabrikan kepada Jabatan Pengangkutan Jalan (JPJ) dan Malaysian Automotive Association (MAA),yang dikutip Mobilitas di Jakarta, Jumat (29/5/2026) menunjukkan sepanjang empat bulan pertama 2026 tersebut, jumlah mobil yang terjual di negeri jiran Indonesia itu sebanyak 269.866 unit. Jumlah tersebut naik tipis 3,1 persen dibanding total penjulan yang terjadi di empat bulan pertama 2025.
Perodua (Perusahaan Otomobil Kedua Sdn Bhd) – yang merupakan produsen mobil terbesar di Malaysia yang didirikan pada tahun 1993 – masih tercatat sebagai pemimpin penjualan mobil di negeri itu. Perodua mengemas angka penjualan sebanyak 106.298 unit, merosot 5,5 persen dibanding penjualan yang dibukukannya pada Januari – April 2025.

Namun, Perodua bukan satu-satunya merek yang penjualannya melorot di Malaysia selama periode Januari – April 2026 itu. Sejumlah merek kondang, bahkan angka penjualannya anjlok.
Mereka adalah, Toyota yang total penjualannya 31.254 unit, anjlok 14,8 persen dibanding periode empat bulan pertama 2025. Kemudian Honda yang meraup angka penjualan sebanyak 17.566 unit, anjlok 28,3 persen.
Lalu, Chery Automobile. Pabrikan mobil asal Republik Rakyat Cina tersebut mengoleksi angka penjualan sebanyak 3.936 unit, anjlok 16,3 persen dibanding total angka penjualan yang dibukukannya di Januari – April 2025. (Anp/Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id









