Jakarta, Mobilitas – Sepanjang kurun waktu Januari hingga Juni alias semester pertama 2026, truk Mitsubishi Fuso yang diniagakan oleh PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (PT KTB) itu tidak hanya membukukan melejitnya penjualan grosir dari pabrik ke dealer (wholesales) saja, tetapi juga penjualan eceran dari dealer ke konsumen (penjualan ritel).
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang disitat Mobilitas di Jakarta, Minggu (12/7/2026) menunjukkan di semester pertama 2026 ini, total wholesales truk Fuso mencapai 17.535 unit. Jumlah itu bertambah banyak 6.093 unit.
Sementara, total penjualan ritelnya – di kurun waktu yang sama – mencapai 17.974 unit. Jumlah penjualan tersebut, meroket karena bertambah banyak 6.532 unit dibanding total penjualan ritelnya di semester pertama tahun lalu yang masih sebanyak 11.442 unit.
Selama bulan Juni saja, total angka penjualan eceran ke konsumen atau penjualan ritel yang dibukukan oleh truk Fuso mencapai 4.071 unit. Jumlah tersebut melejit karena bertambah banyak hingga 1.815 unit dibang total penjualan ritelnya di bulan Juni 2025 yang sebanyak 2.256 unit.
Kinerja penjualan ritel – baik di semester pertama maupun di bulan Juni saja – menjadikan Mitsubishi Fuso sebagi pemimpin pasar kendaraan niaga truk di Indonesia. Posisinya kokoh di urutan pertama di daftar pabrikan dengan penjualan terbanyak.

Ihwal moncernya kinerja penjualan truk Fuso ini, Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara menyebut karena Mitsubishi Fuso dipercaya pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara untuk memasok 20.600 unit truk sebagai armada logistik Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Pasokan ini dilakukan secara bertahap hingga akhir tahun 2026.
Tetapi faktor demand dari pemerintah untuk program pembangunan KDMP, menurut Kukuh, itu bukan satu-satunya yang membuat permintaan truk Fuso. Karena sektor logistik yang berkaitan dengan konsumsi masyarakat atau rumah tangga seperti makanan dn minuman, produk industri olahan manufaktur sektor pangan, perkebunan, pertanian, perikanan masih terus menggeliat dalam kondisi ekonomi apapun.
“Begitu juga tren kegiatan perusahaan jasa pengiriman. Tentu semua itu membutuhkan armada untuk delivery. Nah, Fuso punya itu, truk ringan dan medium, ” ujar Kukuh yang dihubungi Mobilitas di Jakarta, Minggu (12/7/2026).
Tren seperti itu, kata Kukuh, akan tetap dinikmati kendaraan niaga kategori ringan dan medium jika konsumsi masyarakat masih terjadi. Setidaknya konsumsi rumah tangga terhadap kebutuhan pokok seperti pangan dan sandang yang merupakan kebutuhan primer. . (Anp/Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id












