Bisnis

Penjualan Ritel dan Wholesales Mobil di RI Januari – Juli 2026 Naik Lumayan, Ini Pemicunya

×

Penjualan Ritel dan Wholesales Mobil di RI Januari – Juli 2026 Naik Lumayan, Ini Pemicunya

Share this article
Suzuki APV - dok.Mobilitas

Jakarta, Mobilitas – Baik penjuan secara eceran dari dealer ke konsumen alias penjualan ritel maupun penjualan secara grosir dari pabrik ke dealer (wholesales) selama tujuh bulan pertama 2026 tersebut juga disumbang oleh penjualan di bulan Juli.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dinukil Mobilitas di Jakarta, Senin (10/8/2026) menunjukkan di bulan Juli 2026, total wholesales mobil di Indonesia sebanyak 81.115 unit. Jumlah ini melonjak 33,3 persen dibanding total wholesales di bulan yang sama di tahun 2025 yang sebanyak 60.837 unit.

Sementara, total penjualan ritelnya sebanyak 77.412 unit. Total penjualn penjualan eceran ke konsumen ini melonjak 23,1 persen dibanding penjulan ritel yang tercetak di bulan Juli tahun lalu yang sebanyak 62.889 unit.

Dengan tambahan di bulan Juli tersebut, total wholesales kumulatif Januari – Juli 2026 menjadi 517.742 unit. Total wholesales selama tujuh bulan pertama ini melonjak 18,3 persen dibanding periode sama di tahun 2025, yang masih sebanyak 437.544 unit.

Sedangkan penjualan ritel kumultif di tujuh bulan pertama 2026 itu menjadi 511.514 unit. Jumlah penjualan eceran ke konsumen tersebut melonjak 12,3 persen dibanding periode sama di tahun 2025.

Mobil Toyota – dok.Mobilitas

Ihwal kenaikan penjualan ini, Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede, menyebutnya bukan kenaikan tetapi sebagi fenemonena rebound, sete;h tahun lalu jeblok. Sebaba, kata dia, jika dilihat dari market size mobil saat ini tidak bertambah.

“Penjualan kembali menggeliat atau rebound karena ada model-model baru yang ditawarkan oleh pabrikan mobil. Sementara kalau kita lihat pembeli mobil-mobil baru itu ya kelompok itu lagi, itu lagi. Mengapa begitu, lha sekarang jumlah kelas menengah itu turun. Selain itu, harga mobl terus naik dengan besaran yang lebih besar ketimbang kenaikan pendatan. Pendapatan rata-rata naik sekitar 3,5 persen per tahun, teta pi harga mobil naik sekitar 5 sampai 7 persen per tahun,” papar Joshua yag dihubungi Mobilitas di Jakarta, Senin (10//8/2026).

Terlebih, lanjut Joshua, jumlah merek pemain baru di pasar mobil terus bertambah banyak, khususnya dari Cina. Mereka menawarkan model baru, dengan gaya desin menarik plus teknologi canggih, tetapi harga terjangkau menjadi pemikat orang-orang berduit untuk membelinya sebagai mobil kedua atau ketiga.

“Jadi kalau kita bandingkan penujualan sekarang dengan tahun-tahun lau, ya tentu wajar ada peningkatan baik wholesales maupun ritel, karena pemainnya kan bertambah banyak, ” tandas Joshua. (Jrr/Aa)

Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id