Bisnis

Penjualan Global Ferrari Semester I 2026 Merosot, Ini Penyebabnya

×

Penjualan Global Ferrari Semester I 2026 Merosot, Ini Penyebabnya

Share this article
Logo Ferrari di kantor pabrikan asal Maranello, Italia, itu - dok.Istimewa

Jakarta, Mobilitas – Bahkan, total penjualan global Ferrari di periode Januari – Juni alias semester pertama 2026 itu juga lebih rendah dibanding total penjualannya selama kurun waktu yang sama di tahun 2024.

Data laporan keuangan Ferrari NV semester pertama 2026 yang dinukil Mobilitas di Jakarta, Kamis (6/8/2026) menunjukkan di periode Januari – Juni tahun ini, pabrikan berlambang kuda jingkrak itu menjual mobilnya di pasar dunia sebanyak 6.802 unit. Jumlah penjualan itu merosot karena berkurang 285 unit dibanding periode sama pada tahun 2025 yang mencapai 7.087 unit.

Total penjualan selama paruh pertama 2025 itu meningkat tipis 1 persen dibanding periode yang sama pada tahun 2024, yang masih sebanyak 7.044 unit. Dan jumlah penjualan selama setengah tahun pertama 2024 tersebut ternyata masih lebih tingggi dibnding total penjualan di Januari – Juni 2026.

Ferrari 296 GT Hybrid – dok.Ferrari

“Total penjualan di periode enam bulan pertama 2026 tersebut 70 persen dibukukan oleh model-model bermesin pembakaran internal dan 30 persen lainnya oleh model berteknologi hybrid,” bunyi keterangam data pabrikan itu.

Sementara, wilayah penyumbang angka penjualan terbanyak adalah EMEA (Eropa, Timur Tengah, Afrika) dengan 49 persen. Kemudian Amerika 27 persen, Asia- Pasifik 18 persen, dan Cina yang meliputi wilayah Cina Daratan, Hong Kong, dan Taiwan 6 persen.

Ihwal kemerosotan penjualn supercar Ferrari di semester I 2026 tersebut, Analis Industri di Bursa Saham Nasdaq, New York, Amerika Serikat, Mark Alliso, yang dikutip The Financial menyebut hal itu dikarenakan kondusi geoplitik yang tidak stabil. Sehingga, banyak orang kaya yang sebagian besar pebisni yang juga calon pembeli potensial Ferrari menahan pembelian. (Din/Aa)

Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id