Jakarta, Mobilitas - Sampai saat ini, konsumen otomotif Indonesia meminati produk mobil maupun motor, salah satunya didasari nilai jual kembali, jika produk tersebut dilego. Sementara, hingga kini kepastian nilai baterai motor listrik bekas belum ada acuannya.
"Ini salah satu, dan yang paling penting dari sekian penyebab mengapa pasar sekunder atau pasar sepeda motor listrik bekas di Indonesia tidak atau belum lunjung terbentuk," ungkap pengamat transportasi, Djoko Setijowarno, saat dihubungi Mobilitas dari Jakarta, Selasa (25/8/2026).
>>> Baru Masuk RI, Mobil BAW Sudah Diminati 1.400 Calon Pembeli, Terbanyak MPV M8
Padahal, lanjut pria yang juga pengajar di Fakultas Teknik Unika Soegijapranata Semarang itu, keberadaan pasar sekunder sangat penting dalam ekosistem motor listrik di Tanah Air. Tanpa pasar sekundera yang jelas, maka minat orang membeli motor setrum itu juga akan rendah.
Sehingga jika itu terjadi, maka upaya mendongkrak populasi sepeda motor listrik.di Tanah Air juga berat. Dengan minimnya populasi, tujuan mengurangi emisi.karbon dan memutus ketergantungan kepada BBM fosil pun bisa menjadi muskil.
"Karena orang Indonesia itu, belum beli saja sudah memikirkan berapa harga jual.kembali.mobil.atau motor yang akan mereka beli. Sementara, bicara soal harga jual.kembali, baterai di motor listrik menjadi bagian yang penting," papar Djoko.
>>> Penjualan Ritel Xpeng di China Semester I 2026 Anjlok 28,5 Persen, di RI Baru Segini
Pada motor listrik baru, nilai baterai porsinya mencapai 40 persen dari harga jual. Sedangkan di motor yang sudah terpakai dan harus gabti baterai, porsi nilainya mencapai 50 persen - 60 persen.
Oleh karena itu, pria yang juga Ketua Bidang Advokasi dan Pengembangan Transortasi Wilayah di Masyarakat Transportasi Indonesia itu memyarankan agar pemerintah segera memberlakukan sertifikasi kualitas dan kondisi baterai. Setidaknya, hasil sertifikasi itu bisa menjadi acuan bagi orang yang mau menjual motor listrik bekasnya.
>>> Penjualan Ritel Nissan Muram, Januari -Juli 2026 Kembali Anjlok, hingga 65 Persen
"Dengan begitu, pasar.juga mendapatkan kepastian. Pasar sekunder terbentuk. Sirkulasi permintaan sepeda motor.listrik baru dan pasokan dari produksi pabrik ke pasar pun akan mengalir lancar," tandas Djoko. (Tis/Aa)
