Astra Honda Bangun Safety Riding Lab di Bali, Ini Urgensinya

0
877
Siswa SMA yang tengah mempraktekan safety riding yang digelar oleh Yayasan Astra Honda Motor - dok.AHM

Jakarta, Mobilitas – Lab yang dibangun PT Astra Honda Motor ini merupakan yang kelima di Indonesia.

Ketua Yayasan AHM Ahmad Muhibbuddin dalam keterangan resmi yang diterima Mobilitas, Jumat (2/9/2022) mengatakan, Safety Riding Lab yang dibangun di SMA Negeri Bali Mandara, Kabupaten Buleleng itu tak hanya diperuntukkan bagi pelajar saja.

“Tetapi terbuka bahkan diharapkan bisa jadi destinasi wisata untuk masyarakat umum. Kami berharap Safety Riding Lab yang kelima ini dapat terus memperkuat sinergi kami untuk membangun bangsa yang lebih baik, terutama dalam etika berlalu lintas,” papar dia.

Safety Riding Lab ini memiliki tiga zona utama, yakni zona Audio-Visual, Simulasi, dan Paktek. Zona pertama menggunakan metode pembelajaran melalui pembahasan video pendek.

Zona kedua merupakan wahana praktek berupa Honda Riding Trainer (HRT) dan perlengkapan berkendara. Di zona ini para peserta dapat mempertajam ilmu dengan buku-buku referensi, regulasi keselamatan berlalu lintas dan beberapa simulasi komponen sepeda motor.

Ketua Yayasan AHM Ahmad Muhibbuddin (Kiri) menyerahkan secara langsung satu unit sepeda motor Honda kepada Kepala Sekolah SMAN Bali Mandara I Wayan Suarsina – dok.AHM

Zona ketiga adalah area praktik berkendara sesuai Peraturan Kapolri nomor 9 tahun 2012 tentang Surat Izin Mengemudi (SIM). Zona ini berfungsi sebagai area praktek berkendara yang lengkap dengan berbagai rintangan kondisi jalan dan rambu-rambu lalu lintas.

Keberadaan Safety Riding Lab di Tanah Air sangat dibutuhkan mengingat masih tingginya angka kecelakaan lalu-lintas, yang dipicu oleh perilaku pengendara. Data rekapitulasi Korlantas Polri yang dinukil Mobilitas, Sabtu (3/9/2022) menunjukkan tahun 2021 lalu, 103.645 kecelakan lalu-lintas terjadi di Tanah Air. Dari jumlah itu sekitar 80% melibatkan sepeda motor.

Tingginya kasus kecelakaan juga terjadi di Bali. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Bali yang dinukil Mobilitas, Sabtu (3/9/2022) memperlihatkan jumlah kecelakaan masih tergolong tinggi. Tahun 2019 sebanyak 2 462 kasus, tahun berikutnya 1 787 kasus, dan 2021 sebanyak 1 984 kasus. (Din/Aa)