Berdalih Demi Keamanan, India Tolak Investasi Rp 15 Triliun BYD

0
1583
Ilustrasi, mobil BYD - dok.Seeking Alpha

New Delhi, Mobilitas – Rencananya Build Your Dream (BYD) akan berinvestasi senilai US$ 1 miliar atau sekitar Rp 15,04 triliun (kurs US$ 1 = Rp 15.043,35).

Laporan Economic Times, Sabtu (22/7/2023) yang dikutip Mobilitas di Jakarta, Minggu (23/7/2023) menyebut investasi sebanyak itu akan digunakan produsen mobil listrik kondang asal Shenzhen, Cina, itu untuk membangun pabrik di Hyderabad. Dalam proposalnya, BYD menggandeng mitra lokal Megha Engineering and Infrastructures Ltd (MEIL).

Proposal itu diajukan ke Departemen Promosi Industri dan Perdagangan Dalam Negeri (DPIIT) India pada awal Juni lalu. Setelah meminta masukan dan berkoordinasi dengan lembaga lain di pemerintahan, akhirnya DPIIT menolak proposal tersebut.

“Kekhawatiran terhadap aspek keamanan sehubungan dengan investasi Cina di India menjadi faktor yang sangat mendapat perhatian selama musyawarah (antara DPIIT dengan lembaga-lembaga lain. Aturan yang ada di India tidak mengizinkan investasi semacam itu,” papar seorang pejabat departemen itu kepada Economic Times.

Sekadar informasi, pada April 2020 pemerintah yang dipimpin Narendra Modi mengubah kebijakan investasi langsung asing (FDI). Aturan anyar itu mewajibkan persetujuan pemerintah untuk investasi yang berasal dari negara-negara yang berbatasan dengannya.

Terlebih, saat ini antara India dengan Cina menghadapi ketegangan politik. Bahkan, seperti dilaporkan The Global Defense dan New York Times, pada 31 Januari 2023 lalu India bersama Amerika Serikat (AS) meneken kesepakatan kemitraan bersama di berbagai bidang.

PM India Narendra Modi saat bertemu Presiden AS Joe Biden di Washington pada Januari 2023 – dok.CTV News

Kesepakatan yang diteken Perdana Menteri India Narendra Modi bersama Presiden AS Joe Biden ini berisi kemitraan dalam bidang persenjataan, komputer super, kecerdasan buatan, semikonduktor, hingga program pengembangan perangkat luar angkasa. Joe Biden berharap kemitraan itu akan dapat membendung China di bidang-bidang tersebut.

AS berkomitmen memperluas penggunaan jaringan telepon di India dengan tujuan menangkis penetrasi teknologi perusahaan Cina, Huawei Technologies. Negeri Paman Sam akan bekerjasama dengan ahli semikonduktor dari India, begitu pula dengan ahli persenjataan guna pengembangan peralatan militer, seperti sistem artileri.

Meski, BYD saat ini telah menjual SUV listrik Atto 3 dan sedan listrik e6 ke pasar korporasi (fleet). Dan rencananya di kuartal tiga ini, BYD akan meluncurkan mobil listrik anyar untuk pasar ritel di Negeri Sari itu.

Sementara itu, data yang dirilis Vahan dan dikutip Mobilitas di Jakarta, Minggu (23/7/2023) menunjukkan sepanjang Januari – Juni tahun ini total kendaraan listrik (sepeda motor, mobil penumpang, kendaraan angkutan barang, dan bus) yang terjual ke konsumen (ritel) sebanyak 721.971 unit. Namun, penjualan mobil listrik hanya 38.359 unit atau 5,1 persen. (Swe/Aa)