Cara Berkendara Mobil Matik yang Baik agar Irit BBM

0
1367
Ilustrasi, mengemudi mobil transmisi otomatis - dok.Car and Driver

Jakarta, Mobilitas – Mobil transmisi otomatis (matik) memang lebih boros bahan bakar (BBM) dibanding mobil manual.

Anggapan seperti tidaklah salah. Sebab, secara teori maupun teknis, transmisi otomatis bekerja pada putaran mesin per menit (RPM) yang lebih tinggi dibanding transmisi manual.
Putaran mesin yang tinggi itu untuk menghasilkan torsi yang diubah sebagai tenaga torque converter transmisi ke roda mobil, sehingga mobil pun bergerak.

“Unntuk menghasilkan RPM tinggi agar torsi tinggi, maka BBM yang dibutuhkan meszin juga lebih banyak,” ungkap mekanik senior Auto Klinika, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Ade Purnama, saat ditemui Mobilitas, Kamis (10/11/2022).

Namun, bukan berarti konsumsi BBM mobil matik tak bisa diirit. Ada tiga langkah yang harus dilakukan agar berkendara mobil matik irit BBM.

Pertama, menjaga tingkar putaran mesin konstan di 2000 RPM. “Karena kunci utama gerak mobil ini terletak pada RPM (putaran mesin) yang tinggi, maka kita harus menjaga tingkat putaran mesin mobil saat dijalankan tetap konstan. Sehingga asupan BBM yang dibutuhkan mesin untuk dibakar sebagai sumber tenaga juga tidak melonjak,” papar Ade.

Ilustrasi, tuas transmisi otomatis sebuah mobil – dok.Istimewa via alforja.cat

Kedua, jangan terlalu sering mengerem dan netralkan gigi di saat berhenti cukup lama. “Tidak sering mengerem dimaksudkan agar sedotan bahan bakar oleh injektor juga tidak terlalu sering. Karena begitu pedal gas diinjak  untuk memacu kembali laju mobil yang melambat akibat direm, langsung melonjak. Ini yang menjadikan konsumsi BBM boros,” jelas Ade.

Sementara, dengan menetralkan posisi gigi saat mobil berhenti menjadikan sistem transmisi berhenti bekerja. Sehingga, beban mesin pun lebih ringan dan BBM yang dibutuhkan juga lebih sedikit.

Ketiga, atur tingkat suhu peranti pendingin ruang (AC) dan tak membawa muatan berlebihan. Posisikan tingkat temperatur AC yang tidak terlalu dingin agar kerja mesin tak berat sehingga kebutuhan BBM tidak berlebih.

“Satu lagi yang patut dipastikan, tekanan angin ban juga harus sesuai standar yang direkomendasikan pabrikan,” imbuh Ade. (Jrr/Aa)