Cat Mobil Cepat Kusam Jika Sering Kehujanan, Ini Penyebabnya

0
1307
Mobil yang menerjang guyuran air hujan - dok.Torque.com.sg

Tangerang, Mobilitas – Fakta yang kerap dianggap sepele oleh masyarakat (pemilik mobil) adalah tak segera mencuci mobil miliknya setelah meluncur di tengah guyuran hujan, bahkan tak sedikit dari mereka yang membiarkan mobilnya berhari-hari diterpa guyuran air hujan. Padahal, efek dari guyuran air dari langit itu memiliki efek buruk terhadap cat mobil.

Seperti diungkap pemilik Autodetailing Alzeros, Pondok Kacang, Serpong, Tangerang Selatan, Davine Lesmana ada beberapa zat yang terkandung di air hujan. Selain 99,9% merupakan H2O atau uanp air, kata Davine, air hujan juga mengandung sejumlah zat dengan kadar yang sangat tergantung pada lapisan atmosfer atau ruang udara yang dilalui oleh upa air ini.

“Sementara, pada ruang udara itu juga tergantung pada kondisi lingkungan di darat. Kalau banyak polutan karena banyak asap kendaraan, limbah industri dan rumah tangga, dan tanah yang tercemar maka kandungan partikel-partikel halus yang ada di udara juga enggak baus,” papar Davine saat ditemui Mobilitas, Selasa (2/11/2021).

Mobil menerjang guyuran air hujan – dok.LifeSavvy

Kandungan yang umum ada di air hujan adalah asam nitrat. Zat yang berbentuk partikel sangat halus ini berasal dari pencemar dari industri maupun limbah rumah tangga. Kandungan asampada saat hujan normal memiliki pH 6, sementara hujan asam memiliki pH dibawah normal, yakni sekitar 5,7 ke bawah.

Zat yang juga ada di air hujan adalah karbon silika dan fly ash dalam bentuk abu ringan. Keduanya merupakan zat debu yang selain mengikat molekul-molekul pada air hingga terbentuk hujan ternyata juga mengikat molekul berbagai kotoran di udara.

Lalu, zat ketiga yang ada di hujan adalah asam sulfat. Selain dapat menyebabkan gangguang pernapasan pada manusia maupun binatang, zat ini juga bersifat korosif terhadap benda-benda lain. Sehingga, tak heran jika sebuah benad padat berbahan logam berkarat dan terkikis ketika terendam air hujan, hal ini terjadi karena kikisan oleh asam sulfat dan asam nitrat yang ada di air hujan.

Cat mobil yang telah kusam menuju kerusakkan – dok.Istimewa

“Zat lain yang ada di air hujan adalah garam. Meski di air hujan tingkat kandungan garam ini relatif besarannya, namun garam juga bersifat destruktif terhadap benda-benda yang terkenanya dalam waktu lama,” papar Davine.

Merusak cat
Nah, jika campuran dari empat zat yang ada di air hujan itu – yakni asam nirat, asam sulfat, karbon silika dan ash, serta garam – itu menempel pada cat mobil yang telah kering sehabis kehujanan, maka akan mumcul water spot alias bintik-bintik seperti jamur di seluruh bagian bodi mobil. Jika tak segera dihilangi, campuran dari empat zat tersebut akan terus bereaksi dengan udara dari sekeliling mobil.

Dengan suhu yang berubah-ubah, reaksi kimia dari zat-zat tersebut akan “merontokkan” molekul-molekul pelapis cat. Bahkan, struktur pembentuk cat pun juga itu terdekonstruksi alias ambyar.

Pemolesahan cat mobil – dok.Youtube

“Karena itulah, lapisan cat akan rusak, warna cat akan memudar sehingga nampak kusam. Oleh karena itu, jika mobil baru terkena air hujan sesampainya di rumah sebaiknya segera bersihakan dan bilas dengan air bersih (bukan air hujan). Lalu, keringkan denan kanebo dan lap dengan lap microfiber. Dengan begitu semua kemungkinan buruk dari dampak air hujan akan terhindar,” saran Davine.

Agar cat mobil kembali kemilau seperti baru lagi sekaligus terlindungi, ujar Davine, sebaiknya dilakukan pemolesahan dan caoting. Jika tidak memiliki keahlian melakukan hal itu sebaiknya dibawa ke autodetailing. (Jrr/Aa)