Dahsyat, Penjualan Bus di RI Hingga Juli Meroket 99,3% 

0
1615
Bus Mercedes-Benz berbalut karoseri Tentrem yang dipamerkan di GIIAS 2022 - dok.Mobilitas

Jakarta, Mobilitas – Meningkatnya mobilitas masyarakat dan membaiknya infrastruktur jalan memicu permintaan bus.

Data penjualan di Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip Mobilitas, Kamis (25/8/2022) menunjukkan, total penjualan bus ke diler (wholesales) sepanjang Januari – Juli tahun ini mencapai 1.188 unit. Jumlah ini meroket 98,99% dibanding periode sama tahun lalu, yang sebanyak 597 unit.

Sementara total penjualan ke konsumen (ritel) selama tujuh bulan pertama tersebut, sebanyak 1.174 unit. Jumlah ini melejit hingga 99,3% dibanding penjualan ritel selama Januari – Juli 2021, yang sebanyak 589 unit.

“Mulai pulihnya kondisi sosial dari pandemi Covid-19 telah memicu meningkatnya mobilitas masyarakat untuk berbagai keperluan baik sosial maupun bisnis. Kegiatan wisata masyarakat juga meningkat, dan infrstruktur jalan juga semakin terintegrasi berkat tersambungnya tol di Jawa maupun Sumatera. Sehingga, banyak perusahaan angkutan yang membutuhkan armada,” papar Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto, saat dihubungi Mobilitas, di Jakarta, Kamis (25/8/2022).

Bus Tourista bersasis Hino di GIIAS 2022 – dok.Mobilitas

Pernyataan senada juga diungkapkan Ketua Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) Kurnia Lesani Adnan. Bahkan, permintaan bus terjadi di semua kategori bus.

Menurut Lesani yang dihubungi Mobilitas di Jakarta, Kamis (25/8/2022), permintaan sasis bus terbanyak datang dari Perusahaan Otobu (PO) yang melayani trayek Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Ini bisa dimaklumi jika permintaan melonjak, karena selama tahun 2021 banyak PO yang menahan diri untuk belanja setelah tahun 2019 dan 2020 mereka menghadapi kesulitan.

“Karena operasional armada hanya 20% – 25% saja, meskipun di akhir 2020 atau awal 2021 secara perlahan mulai pulih. Permintaan yang terbanyak adalah sasis bus dengan kapasitas mesin besar,” kata dia. (Swe/Aa)