Digempur All New Honda BR-V, Begini Penjualan Rush Saat Ini

0
2500
Toyota Rush GR - dok.TAM

Jakarta, Mobilitas – Pasar mobil jenis Sport Utility Vehicle (SUV) di Indonesia diperkirakan sejumlah kalangan bakal semakin mengembangkn dengan tingkat persaingan yang semakin ketat seiring bertambahnya pemain dan hadirnya model anyar. Terlebih, pertumbuhan pasar ini dari tahun ke tahun terus bertambah dengan besaran yang signifikan.

Di segmen SUV, ceruk pasar yang terbesar adalah Low SUV. Maklum, dari segi harga SUV kategori ini memiliki ceruk pasar yang paling besar. “Karena Low SUV ini umumnya dijual dengan harga pada kisaran Rp 200 juta – Rp 300 juta,” papar Ketua I Gabungan Industri Kendaraan bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto, saat dihubungi Mobilitas di Jakarta, Rabu (29/92/2021).

Segmen mobil dengan rentang harga ini, lanjut Jongkie, merupakan pasar yang potensinya paling besar sekitar 40%-an lebih. “Mengapa? Karena kemampuan atau tingkat daya beli masyarakat kita yang terbesar di kisaran tersebut. Ini kalau kita mengacu pada tingkat income per kapita masyarakat kita yang rata-rata masih US$ 3.200 – US$ 3.500,” jelas dia.

Toyota Rush terbaru – dok.Istimewa

Dengan potensi yang menjanjikan itu, maka tak heran jika pabrikan juga intensif menggarap segmen ini dengan menyuguhkan model baru atau versi baru. Honda Motor melalui PT Honda Prospect Motor misalnya, pada  Selasa (21/9/2021) meluncurkan All New Honda BR-V generasi kedua.

Selain tampilannya yang berubah dan menggugah selera konsumen, versi paling anyar alias versi paling gres Honda BR-V juga menyajikan teknologi cangggih pertama yang disandang model di kelasnya, Low SUV yakni Honda Sensing dan sederet fitur canggih lainnya.

Tak pelak, tak sedikit orang yang meyakini All New Honda BR-V bakal menggempur habis-habisan Low SUV Toyota itu. Termasuk kembarannya, Daihatsu Terios.

All New Honda BR-V – dok.Istimewa

Penjualan Rush dan Terios
Sementara itu, data yang dihimpun Mobilitas dari catatan penjualan ritel yang dilaporkan ke Gaikindo menunjukkan, sepanjang Januari hingga Agustus tahun ini, Toyota Rush masih “menguasai” pasar segmen Low SUV. Total penjualan ke konsumen (ritel) yang dibukukannya di kurun waktu itu sebanyak 31.573 unit atau bertambah banyak 9.935 unit dibanding Januari – Agustus tahun lalu.

Jumlah penjualan ritel yang dikantongi di delapan bulan pertama tahun ini berasal dari penjualan selama Januari yang sebanyak 3.352 unit, Februari 1.681 unit, Maret 8.071 unit, dan April 3.735 unit. Lalu di bulan Mei 3.111 unit, Juni 2.900 unit, Juli 4.125 unit, dan Agustus 4.598 unit.

Daihatsu Terios – dok.Istimewa

Sedangkan di periode yang sama, Daihatsu Terios terjual ke konsumen sebanyak 12.413 unit. Jumlah ini dikoleksi Terios pada Januari sebanyak 1.377 unit, Februari 921 unit, Maret 2.193 unit, April 2.481 unit, dan Mei 1.326 unit. Kemudian pada Juni sebanyak 1.502 unit, Juli 1.466 unit, dan Agustus 1.147 unit.

Dengan kata lain, Toyota Rush juga jauh mengungguli saudara kembarnya yang dijajakan oleh PT Astra Daihatsu Motor itu. (Din/Yap/Aa)