Hino Gelar Kampanye Keselamatan Truk dan Bus, Pengamat Ingatkan Ini

0
1342
Ilustrasi, truk yang mengalami kecelakaan parah di jalan tol - dok.Istimewa

Jakarta, Mobilitas – PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) menggelar kampanye keselamatan truk dan bus.

Acara yang digelar di Dinas Perhubungan Sumatera Utara, itu dihelat Hino bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Kementerian Perhubungan, dan Dinas Perhubungan Sumatera Utara. Perhelatan berlangsung secara hybrid, yakni berjalan secara online dan offline.

Peserta secara offline adalah perusahaan bus dan truk di wilayah Sumatera Utara. Sementara peserta online kampanye bertema “Mengurangi Bahaya Rem Blong” adalah perusahaan bus dan truk dari wilayah lain di seluruh Indonesia.

“Kegiatan ini akan terus kami gelar, karena ini merupakan visi Hino Indonesia. Dimana kami ingin mewujudkan transportasi yang aman untuk masyarakat. Untuk itu kami butuh kolaborasi dengan seluruh stakeholder seperti KNKT dan Kementerian Perhubungan untuk mewujudkan keselamatan berkendara,” papar After Sales Service Director HMSI, Irwan Supriyono, dalam keterangan resmi yang diterima Mobilitas, Jumat (14/10/2022).

Sementara itu, Ketua Masyarakat Peduli Keselamatan Transportasi Indonesia (MPKTI) Rusdy Maulidiawan yang dihubungi Mobilitas, di Jakarta, Jumat (14/10/2022) menyebut selain kampanye, penegakan hukum jauh lebih penting. Aparat harus tegas dan transparan.

“Sebab, dari sejumlah kasus kecelakaan yang melibatkan truk dan bus sering disebut karena faktor manusia atau human error. Mulai dari mengantuk hingga kesalahan yang menjadikan malfungsi rem,” papar dia.

Hino menggelar kampanye keselamatan truk dan bus di Sumatera Utara – dok.HMSI

Rusdy mengingatkan agar penyelidikan juga dilakukan terhadap pimpinan perusahaan operator kendaraan. Keterlibatan mereka bisa jadi tidak secara langsung, tetapi sangat menentukan.

Dia memberi contoh dalam beberapa kasus truk yang kecelakaan karena rem blong.  Setelah diselidiki itu ternyata overload hingga ratusan persen sehingga menyebabkan rem truk blong.

Padalah praktik overload itu, lanjut dia, bukanlah inisiatif supir. Anehnya, ketika terjadi kecelakaan sosok inisiator praktik itu tak tersentuh hukum.

“Sehingga kasus pun terus berulang, nurani pun seakan hilang,” tandas dia. (Jrr/Aa)