Ingin Tetap Bugar Menyetir Saat Mudik Lebaran? Lakukan Cara Ini

0
1275
Ilustrasi, pengemudi yang kelelahan dan tertidur setelah melakukan perjalanan jauh - dok.Istimewa

Jakarta, Mobilitas – Menyetir mobil di saat masa mudik Lebaran 2022 dibutuhkan kondisi tubuh yang prima, karena arus lalu-lintas yang lebih padat. Maklum, sebelumnya dua tahun berurut yakni tahun 2020 dan tahun 2021 masyarakat dilarang mudik demi menghindari paparan virus corona (Covid-19).

Hasil survei Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Perhubungan menyebut, sebanyak 85 juta lebih orang Indonesia menyatakan akan melakukan mudik pada Lebaran 2022. Dari jumlah itu, 40% menyatakan akan menggunakan sarana transportasi darat baik sepeda motor, mobil pribadi, dan bus.

Sehingga, kepadatan arus lalu-lintas, bahkan kemacetan, pun diperkirakan akan terjadi. Oleh karena itu, menyiapkan kondisi tubuh yang prima sangat penting untuk dilakukan agar tak mengalami gangguan di perjalanan.

Mengantuk dan kelelahan, merupakan dua kondisi yang kerap dialami pengemudi ketika melakukan perjalanan jarak jauh. Termasuk, bisa terjadi dalam perjalanan mudik kali ini.
Persiapan agar kondisi fisik prima dan stamina tetap terjaga, menurut ahli gizi Dokter Diana Hapsari bisa dimulai dari istirahat yang cukup sebelum waktu berangkat tiba. Setidaknya tidur selama enam jam penuh.

Ilustrasi, pengemudi mobil yang kelelahan saat menempuh perjalanan – dok.Istimewa

“Dengan istirahat yang cukup, maka ketahanan tubuh juga tinggi, sehingga tidak akan rentang tertular virus,” kata Diana saat dihubungi Mobilitas di Jakarta, Sabtu (23/4/2022).

Asupan gizi
Faktor lain yang perlu diperhatikan untuk memdapatkan kondisi tubuh yang prima atau stamina tetap terjaga saat perjalanan mudik jarak jauh adalah, asupan gizi. Dia berpesan agar makan sahur dengan gizi seimbang sebelum atau di tengah perjalanan.

“Sebaiknya mengonsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi, kentang, atau roti gandum untuk sumber energi,” kata dia.

Selain itu, sangat dianjurkan untuk mengonsumsi protein hewani seperti daging ayam, daging sapi atau daging hewan lainnya seperti kambing, atau kerbau. Jika tidak ada bisa mengonsumsi ikan, telur, tahu, atau tempe.

Ilustrasi, makanan bergizi tinggi – dok.Shutterstock

“Dan akan lebih bagus jika dilengkapi dengan sayuran serta buah-buahan yang mengandung vitamin C serta seng dan kalsium. Sayuran selain memasok vitamin, seratnya juga sangat baik untuk kesehatan jantung. Orang pun tidak akan cepat terserang kantuk,” jelas Diana.

Meminum air putih yang banyak dan mengonsumsi buah juga sangat dianjurkan. Sedangkan yang perlu dihindari mengonsumsi minuman suplemen yang tidak direkomendasikan dan memiliki dampak negatif, atau minum karbonasi, serta minuman bergula banyak.

Catatan lain yang perlu diperhatikan adalah, meski tubuh masih terasa bugar di saat melakukan perjalanan, namun sangat dianjurkan agar beristirahat setidak setengah jam jika telah menyetir selama empat jam. Sebab, istirahat akan merelaksasi otot tubuh maupun mata, jika otot tubuh tak lelah akan menjadikan kemampuan syaraf motorik menurun, dan akibatnya pun bahaya.

Jika kantuk mulai menyerang di tengah mengemudi sebaiknya beristirahat dan tidur sejenak – dok.Istimewa

“Mata yang tidak lelah juga akan menghindarkan diri dari kejenuhan, karena kejenuhan akan memicu cepat lelah. Dan ingat, selama istirahat sempatkan memejamkan mata. Setelah itu senam ringan selama tiga atau lima menit,” saran Diana. (Swe/Aa)