Ini Dia Chevy Corvette 1958 ala Cina, Digagas Komunitas dan Diproduksi BYD

0
1138
Songsang SS Dolphin, roadster retro yang mengadopsi gaya Chevrolet Corvette 1958 dan diproduksi oleh BYD - dok.Car NewsChina

Beijing, Mobilitas – Mobil bergaya retro ini menggunakan basis BYD SS Dolphin 2021, dan tetap berlogo BYD.

Laporan CarNewsChina yang dikutip Mobilitas, di Jakarta, Rabu (21/6/2023) menyebut ide awal dari pembuatan roadster retro bergaya Chevrolet Corvette 1958 ini diinisiasi oleh Beijing Motor Club. Klub ini merupakan komunitas pecinta mobil retro nan ikonik yang didirikan sejak 1995 dan jaringan organisasinya tersebar di hampir seluruh kota besar di Cina.

“Pada tahun 2000, mereka secara resmi terjun ke bisnis, berdagang dan memembangun sepeda motor dan mobil klasik,” tulis media otomotif kondang di Cina itu.

Untuk mobil, kelompok itu menggunakan merek Songsang. Namun, karena mereka tidak memiliki lisensi produksi mobil di Cina, dan SS Dolphin yang secara legal merupakan mobil BYD dan harus menggunakan logo BYD, maka mereka menggandeng pabrikan yang bermarkas di Shenzhen, Cina, itu.

Tampilan bagian pusat kendali Songsang SS Dolphin – dok.CarNewsChina

Gayung pun bersambut. Dalam perjanjian kontrak produksi yang mereka sepakati, BYD bertanggung jawab atas produksi, penyediaan platform, powertrain, perangkat lunak, hingga sistem infotainment mobil, sementara Songsan mendesain bodi kendaraan.

Basis yang dipakai yakni BYD SS Dolphin merupakan mobil berteknologi Plug-in Hybrid (PHEV) yang dilengkapi mesin bensin 1.5 liter bertenaga 118 kW dan motor listrik dengan 110 kW. Mobil yang berbaterai 16 kWh menghasilkan tenaga hingga 315 hp dan torsi 535 Nm yang disalurkan ke roda menggunakan transmisi otomatis 6 tingkat percepatan.

Dengan semburan tenaga itu, dia mampu berakselerasi dari 0 – 100 kilometer per jam hanya dalam tempo 5,9 detik. Soal harga, ternyata Songsang SS Dolphin 2021 itu, ternyata terus naik.

Tampilan bagian belakang Songsang SS Dolphin – dok.CarNewsChina

Roadster dua kursi yang berdimensi panjang 4.855 milimeter (mm), lebar 1.900 mm, tinggi 1.431 mm ini semula dibanderol 598.000 yuan atau sekitar Rp 1,244 miliar (kurs 1 yuan = Rp 2.080,12). Tetapi di tahun 2023 ini, harganya telah melejit menjadi 700.000 yuan atau sekitar Rp 1,456 miliar. (Swe/Aa)