Jadi Penopang Utama Penjualan, Daihatsu Permak Gran Max

0
1283
Daihatsu Gran Max Pick Up versi terbaru - dok.Istimewa

Jakarta, Mobilitas – Daihatsu Gran Max baru ini menggunakan mesin anyar.

Keterangan resmi AI-DSO yang diterima Mobilitas, di Jakarta, Selasa (30/8/2022) menyebut ubahan GranMax, terdapat khusus pada varian bermesin1.5 liter yakni menggunakan mesin baru 1.5L 2NR-VE Dual VVT-I.

“Mesin ini memiliki keunggulan dalam hal performa yang lebih responsif dengan kemampuan penyaluran tenaga hingga 97 hp pada 6.000 rpm dan torsi mencapai 134 Nm pada 4.400 rpm,” ungkap Marketing & Customer Relations Division Head AI-DSO, Hendrayadi Lastiyoso.

Menurut dia, meski ada ubahan mesin namun konsumsi bahan bakar mobil ini tetap irit dan ramah lingkungan. Ubahan lainnya, bisa dilihat dari pelek brdiameter 14 inchi, sehingga area ground clearance atau ketinggian dari tanah yang bertambah 15 milimeter, sehingga berkendara tetap aman dan nyaman saat melewati genangan air.

Daihatsu melengkapinya dengan Electronic Power Steering agar lebih ringan saat bermanuver. GranMax juga memiliki setir bergaya baru serta cup holder dan dashboard storage baru yang memudahkan peletakkan barang.

Ada beberapa varian yang ditawarkan, baik pikap maupun minibus. Banderolnya, mulai Rp 150,5 juta – Rp 213,8 juta on the road Jakarta.

Daihatsu Gran Max Mini Bus versi terbaru – dok.Istimewa

Gran Max – secara total, pikap dan minibus – merupakan penopang utama penjualan Daihtasu di Indonesia. Bahkan jika dibanding Daihtasu Sigra sekalipun.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip Mobilitas, Selasa (30/8/2022) menunjukkan pada Januari – Juli lalu, total penjualan ke diler (wholesales) Gran Max mencapai 33.925 unit (24.935 pikap dan 8.990 minibus) atau 32% dari total wholesales Daihatsu, 106.278 unit.

Sedangkan total penjualannya ke konsumen (ritel) mencapai 34.038 unit (31,8% dari total penjualan ritel Daihatsu, 107.033 unit). Jumlah ini terdiri dari 24.839 pikap dan 9.199 minibus.

Adapun Daihatsu Sigra pada periode tersebut membukukan wholesales 25.505 unit atau 24% dari total wholesales. Sementara, total penjualan ritelnya 26.727 unit atau 26%. (Din/Aa)