Jakarta, Mobilitas – Selama periode Januari hingga April alias empat bulan pertama 2026, mobil Honda yang dipasarkan oleh PT Honda Prospect Motor (HPM) penjualannya – baik secara gosir dari pabrik ke dealer (wholesales) maupun secara eceran dari dealer ke konsumen (penjualan ritel) – anjlok cukup parah dibanding periode sama di tahun 2025.
Data Gabungan Industri Kendaraaan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang disitat Mobilitas di Jakarta, Rabu (13/5/2026) menunjukkan secara kumulatif, dari Januari sampai April 2026, total wholesales mobil Honda 13.530 unit. Jumlah tersebut anjlok 39,4 persen dibanding wholesales selama periode sama di tahun lalu yang masih sebanyak 25.336 unit.
Meski, total penjualan grosir di empat bulan pertama 2025 tersebut sudah anjlok 22,5 persen dibanding total wholesales selama empat bulan pertama di 2024, yang mencapai 32.677 unit. Lagi-lagi, total penjualan ke dealer selama catur wulan pertama 2024 itu juga telah anjlok parah dibanding catur wulan pertama 2023, yang masih sebanyak 51.982 unit.

Tren muramnya penjualan mobil Honda di periode catur wulanan itu, ternyata juga terjadi dalam penjualan eceran ke konsumen alias penjualan ritel dari dealer ke konsumen. Fakta data berbicara, total penjualan ritel mobil Honda di empat bulan pertama 2026 sebanyak 13.001 unit, anjlok 47,3 persen dibanding periode sama di thun 2025 yang masih sebanyak29.215 unit.
Padahal jumlah penjualan ritel di catur wulan pertama 2025 tersebut telah anjlok hingga19,4 persen dibanding total penjualan ritel selama empat bulan pertama di tahun 2024, yang sebanyak 36.251 unit. Mirisnya, ternyata total jenderal penjualan eceran di catur wulan pertama 2024 tersebut juga telah ambrol ibanding total penjualn ritel selama kurun waktu yang sama di 2023 yang masih mencapai 51.982 unit.
Sekadar informasi, di bulan April saja – di tahun 2026 – ini, baik wholesales maupun penjualan ritel mobil Honda juga anjlok dibanding bulan yang sama di tahun 2025. Total wholesales-nya 4.129 unit alias anjlok 34,5 persen dan penjualan ritelnya 4.080 unit, anjlok hingga 50 persen. (Anp/Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id












