Jakarta, Mobilitas – Jetour yang merupakan submerek dari Chery Holding Group, resmi masuk ke Indonesia pada Juli 2024, dengan mendirikan perusahaan bernama PT Jetour Sales Indonesia (JSI).
Sejak saat itu, penjualan mobil merek ini terus tumbuh, seiring dengan perluasan jaringan penjualan dan layanan purna jual. Nama Jetour kini bukan nama asing bagi masyarakat dan bahkan pemintnya terus bertambah.
Ini terbukti di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 yang berlngsung di ICE BSD City Tangerang 30 Juli – 9 Agustus 2026 kemarin, 1.038 mobil merek asal China ini dipesan pengunjung (SPK). Menariknya, 72 persen dari total SPK Jetour di GIIAS 2026 dibukukan oleh SUV berteknologi Plug-in Hybrid (PHEV), yakni Jetour T2 i-DM dan Jetour T1 i-DM.
“Capaian 1.038 SPK ini menjadi sinyal positif bagi Jetour. Besarnya kontribusi T2 i-DM dan T1 i-DM mengindikasikan bahwa konsep Adventure SUV berteknologi ramah lingkungan memiliki daya pikat kuat di pasar otomotif Tanah Air,” papar Sales & Network Director PT JSI, Michael Budihardja.

Kesuksesan Jetour tak sebatas itu, lanjut Michael, karena di pameran otomotif tersebut, Jetour juga memborong apresiasi dari kalangan media dan penyelenggara pameran. Jetour T2 i-DM menyabet dua penghargaan sekaligus, yaitu “New Launch SUV Pilihan Media” dan “Most Driven Hybrid Passenger Car” berkat tingginya antusiasme pengunjung di area test drive.
Ini yang menjadikan merek Jetour terus tumbuh di Iandonesia. Fakta berbicara, di tahun 2026 – di periode Januari hingga Juli- penjualan mobil Jetour meroket.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Iandonesia (Gaikindo) yang disitat Mobilitas Jakarta, Jumat (15/8/2026) menunjukkan di periode tersebut, Jetour berhsil mengoleksi angka penjualan grosir dari pabrik ke dealer (wholesales) sebanyak 1.828 unit. Jumlah ini meroket + 448,9 persen dibanding periode sama di tahun 2025.
Di saat yang sama, total penjualan dari dealer ke konsumen (penjualan ritel) sebanyak 1.734 unit. Jumlah ini meroket 537,5 persen dibanding tahun lalu. (Din/Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id












