Sant'Agata Bolognese, Mobilitas - Lamborghini memperkenalkan Revuelto SV 2027 sebagai mobil produksi massal paling bertenaga sekaligus tercepat yang pernah dibuat pabrikan Italia tersebut. Versi Super Veloce ini membawa tenaga 783 kW, paket aerodinamika baru, baterai berkapasitas lebih besar, serta mode berkendara Pilota yang pertama kali digunakan Lamborghini.
Produksinya dibatasi 1.963 unit untuk seluruh dunia, merujuk pada tahun berdirinya Lamborghini sebagai produsen mobil. Belum ada kuota khusus yang ditetapkan untuk masing-masing pasar, sementara pemesanan juga akan dibuka bagi konsumen di Selandia Baru.
Jumlah tersebut membuat Revuelto SV menjadi salah satu Lamborghini Super Veloce dengan produksi terbanyak. Sebagai pembanding, Aventador SV versi coupe dan roadster diproduksi sekitar 1.100 unit sepanjang 2015 hingga 2017.
Kepala penjualan dan pemasaran Lamborghini Federico Foschini mengatakan Revuelto SV ditujukan kepada konsumen yang menginginkan karakter performa Lamborghini dalam bentuk yang lebih terfokus.
“Revuelto SV dirancang untuk pelanggan yang mencari ekspresi paling murni dari performa Lamborghini dan emosi berkendara,” kata Foschini.
Menurut dia, pengembangan mobil ini menggunakan konsep yang disebut Lamborghini sebagai The Quantum of Driving. Fokusnya bukan sebatas menaikkan angka performa, tetapi mengubah pengalaman ketika pengemudi berada di balik kemudi.
“Setiap elemen, mulai dari aerodinamika yang ditingkatkan dan suspensi khusus hingga mode Pilota baru, rem generasi berikutnya dan ban Bridgestone khusus, telah dikembangkan untuk menciptakan hubungan yang lebih langsung dan intuitif antara pengemudi dan mobil,” ujarnya.
“Revuelto sudah menetapkan tolok ukur baru. SV ditujukan kepada pelanggan yang ingin merasakan interpretasi paling terfokus, imersif dan menggugah emosi dari platform tersebut, baik di jalan raya maupun di lintasan.”
Tenaga Revuelto SV naik menjadi 783 kW
Sistem hybrid berperforma tinggi atau HPEV Revuelto SV masih menggunakan mesin V12 naturally aspirated 6,5 liter sebagai basisnya. Namun, tenaga gabungan naik 36 kW dibandingkan Revuelto reguler menjadi 783 kW, sedangkan torsinya tetap 1.425 Nm.
Tambahan tenaga berasal dari tiga motor listrik axial-flux berpendingin cairan. Output gabungan motor listrik tersebut meningkat dari 140 kW menjadi 220 kW.
Mesin bensin V12 sendiri tetap menghasilkan 607 kW dan menyalurkan tenaga melalui transmisi otomatis dual-clutch delapan percepatan. Perubahan pada sistem hybrid itu memangkas waktu akselerasi 0-100 km/jam sebanyak 0,1 detik.
Revuelto SV diklaim dapat mencapai 100 km/jam dari posisi diam dalam 2,4 detik. Kecepatan 200 km/jam ditembus dalam 6,7 detik, sedangkan kecepatan tertingginya tetap lebih dari 345 km/jam.
Baterai membesar menjadi 7,3 kWh
Lamborghini tidak hanya mengejar tambahan tenaga sesaat. Revuelto SV memakai baterai lithium-ion 7,3 kWh, hampir dua kali kapasitas baterai 3,8 kWh pada model standar.
Mulai model tahun 2027, teknologi selnya juga beralih dari tipe pouch menjadi cylindrical. Perubahan tersebut diklaim membuat konsistensi performa empat kali lebih baik dibandingkan Revuelto, termasuk ketika mobil terus dipacu dalam kondisi lintasan yang berat.
Kemampuan mempertahankan output menjadi salah satu sasaran pengembangan karena SV dirancang lebih serius untuk penggunaan sirkuit. Perubahan pada sistem listrik kemudian dipadukan dengan revisi aerodinamika, pengereman, suspensi dan ban.
Downforce naik 80 persen
Paket aerodinamika Revuelto SV menggeser keseimbangan aero lebih ke depan untuk menyesuaikan karakter mobil saat digunakan di lintasan. Lamborghini mengklaim downforce meningkat 80 persen dibandingkan Revuelto standar.
Bagian depan mendapatkan splitter baru serta sirip pada bumper dengan sudut yang telah diubah. Rancangan tersebut turut meningkatkan pendinginan rem sebesar 12 persen.
Perubahan itu dibutuhkan karena SV memakai cakram rem carbon-ceramic CCM-R Plus berventilasi dengan ukuran lebih besar. Diameter cakram depan mencapai 420 mm atau bertambah 10 mm, sedangkan bagian belakang menggunakan cakram 410 mm yang 20 mm lebih besar.
Dari kecepatan 200 km/jam, Revuelto SV diklaim dapat berhenti sepenuhnya dalam jarak 110 meter. Jarak pengeremannya 11 meter lebih pendek, sementara bobot kendaraan juga dipangkas 23 kg dibandingkan Revuelto 2027 yang memiliki bobot 1.795 kg.
Sistem pengereman tersebut bekerja bersama Integrated Brake Controller atau IBC yang juga digunakan pada Fenomeno dan Urus SE Performante. Lamborghini mencatat peningkatan deselerasi puncak sebesar 11 persen dan pelepasan panas 23 persen lebih baik, termasuk berkat saluran udara baru menuju rem belakang.
Sayap belakang memakai desain ganda
Bagian belakang menjadi salah satu pembeda visual utama Revuelto SV. Lamborghini memasang konfigurasi double rear-wing dengan bagian tengah dibuat rendah untuk menekan hambatan udara, ditambah Gurney flap untuk mendukung kebutuhan downforce.
Panjang keseluruhan kendaraan berkurang 3 mm. Dua ujung knalpot berwarna matte grey juga menjadi perlengkapan khusus untuk varian SV.
Karbon terbuka dan aksen hitam digunakan pada sejumlah bagian bodi, sementara pelek ringan center-lock dibuat khusus dengan diameter 20 inci di depan dan 21 inci di belakang. Lamborghini turut bekerja sama dengan Bridgestone untuk menyediakan beberapa pilihan ban, termasuk Potenza Race R semi-slick.
Detail berwarna merah ditambahkan pada diffuser depan dan belakang. Pembeli juga dapat memilih empat livery khusus SV.
Suspensi memakai teknologi dari program GT3
Perubahan sasis mengikuti peningkatan aerodinamika dan tenaga. Revuelto SV menggunakan damper yang dapat disetel manual dalam empat arah dan dikembangkan berdasarkan program balap GT3 Lamborghini.
Kombinasi suspensi, aerodinamika dan ban Bridgestone diklaim menghasilkan daya cengkeram lateral 10 persen lebih tinggi. Kelincahan mobil juga disebut meningkat 17 persen dibandingkan Revuelto.
Seluruh perangkat tersebut terhubung dengan mode berkendara baru bernama Pilota. Mode ini mengendalikan sistem traction control lima tingkat dan dapat menyesuaikan pengaturan berdasarkan kondisi lintasan.
Kalibrasinya dibuat untuk gaya mengemudi agresif di sirkuit, termasuk ketika mobil melewati kerb saat menikung. Pilota menjadi mode berkendara pertama dengan nama tersebut pada Lamborghini.
CEO Lamborghini Stephan Winkelmann mengatakan peningkatan pada Revuelto SV mencakup hampir seluruh perangkat yang berhubungan langsung dengan performa mobil.
“Berkat aerodinamika baru, vehicle dynamics controller mutakhir, serta teknologi turunan motorsport untuk suspensi, rem dan ban, ditambah peningkatan tenaga, Revuelto SV memberikan presisi dan karakter sporty yang lebih tinggi dibandingkan Revuelto,” kata Winkelmann.
“Hal ini menjadikan Revuelto SV sebagai super sports car terbaik bagi pengemudi yang berfokus pada performa.”
Dengan tenaga 783 kW dan torsi 1.425 Nm, Revuelto SV kini menempati posisi teratas dalam jajaran mobil jalan raya produksi Lamborghini. Produksi globalnya akan berhenti setelah 1.963 unit, sementara harga resmi untuk model 2027 tersebut masih belum diumumkan.
