Jakarta, Moblitas – Anjloknya penjualan, baik secara grosir dari pabrik ke dealer (wholesales) maupun secara eceran dari dealer ke konsumen (penjualan ritel) di periode tiga kuartal pertama (Januari - September) 2026 itu, menjadi bukti tren kemerosoatan penjuan merek mobil mewah Toyota ini masih belum bangkit dari keterpurukan.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dinukil Mobilitas di Jakarta, Selasa (13/10/2026) memperlihatkan, sebelumnya di periode dua kuartal alias semester pertama (Januari - Juni) 2026, penjualan mobil Lexus di Tanah Air sudah melemah. Baik wholesales maupun penjualan ritel.
Data berbicara, total wholesales yang dibukukan Lexus di Indonesia pada periode semester pertama itu sebanyak 587 unit. Jumlah tersebut anjlok hingga 41,1 persen dibanding total wholesales yang dicetaknya pada periode sama di tahun 2025.
Sementara penjualan ritelnya sebanyak 583 unit. Jumlah penjualan eceran ke konsumen tersebut anjlok 27,9 persen dibanding pada periode Januari – Juni 2025.
Sedangkan periode Januari – September tahun ini, total wholesales yang dibukukan sebanyak 1.065 unit. Jumlah itu anjlok 18 persen dibanding total wholesales yang tercetak pada periode sama di tahun lalu.
Adapun penjualan ritelnya sebanyak 1.059 unit. Total penjualan eceran ke konsumen ini anjlok 15,8 persen dibanding sembilan bulan pertama 2025. (Jrr/Aa)
