Shanghai, Mobilitas – Produsen kendaraan mewah asal Italia yang terkenal dengan mobil balap, sport, dan Grand Touring (GT) berkinerja tinggi asal Italia, Maserati, dikabarkan tengah mempercepat rencana kongsinya dengan dua pabrikan asal China, yakni Huawei, dan JAC Motors.
Laporan The Macau Express yang disitat Mobilitas di Jakarta, Minggu (27/9/2026) menyebut kolaborasi tiga pabrikan itu akan mengembangkan mobil jenis SUV dan Grand Tourer (atau Gran Turismo) listrik murni. "Proyek itu diharapkan dapat membantu perusahaan dalam mengurangi biaya, tetapi tetap bisa meningkatkan teknologi," tulis media itu mengutip sumber Maserati di China.
Sang sumber mengatakan, kongsi ini memadukan keungggulan yang dimiliki oleh masing-masing pihak. Huawei akan memperkuat dari sisi platform teknologi cerdas, termasuk kokpit digital, sistem bantuan pengemudi Qiankun ADS, serta sumber penggerak alias motor listrik.
Sementara, JAC Motors menangani rekayasa dan manufaktur, sekaligus memanfaatkan pabrik yang sudah ada untuk produksi mobil-mobil tersebut. Sedangkan Maserati mengurus desain produk, hingga pemasaran melalui pengoperasian jaringan penjualan global.
Dalam pemasaran itu, Maserati disebut akan mengggunakan strategi branding yang berbeda tergantung pada pasar yang dituju. Di China, mobil itu menggunakan Maextro, sementara di pasar global akan tetap menggunakan logo Maserati.
Rencananya, produksi massal mobil-mobil hasil kongsi tersebut akan dilakukan pada tahun 2027. Begitu pula penjualannya di China.
Sekadar informasi, Grand Tourer (atau Gran Turismo) adalah jenis mobil mewah yang bertenaga besar. Mobil itu dirancang untuk melakukan perjalanan jarak jauh dengan kecepatan tinggi, kenyamanan maksimal, serta gaya yang elegan. (Anp/Aa)
