Pabrikan Ban Asal China Investasi Rp 4 Triliun di RI, Begini Potensi Cuannya

Pabrikan Ban Asal China Investasi Rp 4 Triliun di RI, Begini Potensi Cuannya
Ukuran Teks

Jakarta, Mobiitas - Produsen ban asal Republik Rakyat China, PT Yosun Tire and Rubber Indonesia akan menggelontorkan investasi Rp 4 triliun di kawasan industripolis Batang, Jawa Tengah.

Komitmen ini didasari fakta potensi pasar yang besar dan ketersediaan bahan baku melimpah. "Indonesia memiliki posisi strategis dalam pengembangan bisnis perusahaan," ungkap General Manager PT Yosun Tire and Rubber Indonesia, Weng Jisheng.

Menanggapi fakta ini, peneliti senior Indonesia Economy and Public Policy Studies (IEPS) Nurul Huda yang dihubungi Mobilitas di Jakarta, Senin (31/8/2026) menyebut Indonesia memang memiliki potensi yang besar.untuk ban otomotif. Khususnya mobil.

"Ya kalau bicara soal potensi tentu sangat besar. Kita punya penduduk 287 juta jiwa demgan rasio kepemilikan mobil masih 99 per 1.000 penduduk. Dan kapasitas produksi terpasang mobil menurut Gaikindo sampai 1,5 juta unit. Belum lagi pasar replacement (penggantian ban mobil yang dimiliki masyarakat) juga sangat besar," papar Nurul.

Pada sisi lain, Indonesia memiliki bahan baku karet alam yang besar. Rata - rata per tahun mencapai 2,3 juta ton per tahun.
"Hanya, yang menjadi persoalan dan tantangan adalah faktor daya beli. Baik di lokal Indonesia maupun pasar global. Karena dari 68,3 juta ban ( sepeda, mobil, truk, bus, dan alat berat) sebanyak 70 persennya diekspor dan 30 persennya untuk pasar lokal," papar Nurul.

Meski begitu, untuk pasar ekspor Indonesia bisa memanfaatkan pasar regional ASEAN, khususnya Thailand dan Vietnam untuk ekspor. Kemudian India, Australia, Amerika Latin, dan Timur Tengah yang membutuhkan untuk segmen industri pembuatan mobil maupun segmen replacement.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan pemerintah daerah terus mendorong terciptanya iklim investasi yang memberikan kemudahan dan kepastian bagi dunia usaha. (Din/Aa)

Tentang Penulis
Arif Arianto

Senior Editor

Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id

Rekomendasi

Update Terbaru