Permintaan Ban Mobil di RI Semester I 2026 Masih Meningkat, Dipicu Faktor Ini

Senior Editor
Permintaan Ban Mobil di RI Semester I 2026 Masih Meningkat, Dipicu Faktor Ini ▣ Lihat foto
Pabrik ban Hankook - dok.Istimewa

Jakarta, Mobilitas - Meski secara total, hasil produksi ban Indonesia di periode Januari - Juni 2026 tersebut menghadapi tantangan di pasar global terkait daya beli untuk segmen pasar ritel atau replacement pemilik kendaraan.

Data Indonesia Tyre Market Research (ITMR) yang disitat Mobilitas di Jakarta, Jumat (28/8/2026) menyebut sepanjang 2025 lalu, total produksi ban (sepeda motor, mobil, truk, dan vus) di Indonesia mencapai 68,1 juta unit. Jumlah tersebut menciut 3 persen dibanding tahun 2024.

>>> Penjualan Hongqi Januari - Juli Tahun Ini Anjlok Signifikan

"Kondisi elonomi dan geopolitik secara global yang berdampak pada daya beli konsumen (termasuk di Indonesia). Khusunya di segmen pasar penjualan (penggantian ban)," bunyi keterangan data tersebut.

Sementara itu, data PT Hankook Tire Sales Indonesia menyebut penjualan ban mobil penumpang (Passenger Car Radial/PCR) tumbuh 130 persen pada semester pertama 2026 dibanding periode yang sama tahun 2025 sebelumnya. Sedangkan penjualan ban truk dan bus (truck & bus radial, TBR) meningkat 125 persen.

>>> Korea Minta RI Beri Insentif Pabrikan Pengguna Baterai Nikel, Pengamat: Sangat Wajar

Peneliti senior ITMR, Akhmad Fuadi, mengatakan 70 persen hasil produksi ban Indonesia ditujukan untuk pasar ekspor. "Tetapi, celakanya di luar negeri pun permintaan pabrikan atau Original Equipment Manufacturer (OEM) juga menyusut, meski tipis karena faktor geopolitik yang berimbas ke ekonomi," papar Fuadi.

Sementara di Indonesia, segmen pasar penggantian ban mobil maupun kemdaraan komersial (replacement) juga menyusut. Ini dikarena faktor daya beli yang menyusut, khususnya di mobil-mobil menengah ke bawah.

>>> Penjualan Ritel GAC Aion di RI Januari – Juli Naik 3,8 Persen, Meski Juli Anjlok 60,7 Persen

"Sedangkam di segmen OEM ada model-model elektrfikasi khususnya listrik baterai yang mereknya baru datang dan diharuskan memenuhi kandungan lokal (TKDN). Ini yang menyelamatkan, karena permintaan ban masih tumbuh," jelas Fuadi. (Din/Aa)

Siap mencari kendaraan yang paling cocok?

Telusuri berita dan informasi otomotif terbaru untuk membantu Anda menentukan pilihan.

Jelajahi artikel otomotif
Tentang Penulis
Arif Arianto

Senior Editor

Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id