Penjualan LCGC Masih Melaju Kencang di Indonesia, Ini Penyebabnya

0
1292
Daihatsu Sigra - dok.Istimewa via SEVA

Jakarta, Mobilitas – Mobil berharga murah dan ramah lingkungan (LCGC) sampai saat ini masih menjadi buruan masyarakat Indonesia.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip Mobilitas, di Jakarta, Rabu (19/7/2023) menunjukkan, sepanjang Januari – Juni atau semester pertama tahun ini, 102.923 LCGC terjual ke diler (wholesales). Jumlah ini melonjak 34 persen dibanding wholesales selama periode sama di 2023, yang masih sebanyak 76.802 unit.

Dengan total penjualan sebanyak itu, LCGC menyumbang 20,3 persen ke total wholesales seluruh model dan kelas mobil di Tanah Air yang mencapai 505.985 unit. “LCGC masih tetap konsisten menyumbang penjualan 20 persen lebih ke total penjualan (mobil). Karena memang market di segmen ini sebenarnya secara porsi yang terbesar jika digabung dengan Low MPV,” ungkap Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto, saat dhubungi Mobilitas di Jakarta, Rabu (19/7/2023).

Pangsa pasar atau kontribusi Low MPV ke total penjualan selama enam bulan pertama itu, kata Jongkie, mencapai 17 persen. Sehingga, jika ditotal porsi LCGC dengan Low MPV mencapai 37,3 persen dari total penjualan mobil di Indonesia.

“Mengapa dua segmen ini yang terbanyak, karena memang pendapatan per kapita kita masih US$ 4.300 – US$ 4.350. Daya beli masyarakat yang paling banyak masih menjangkau ke mobil berharga di bawah Rp 250 juta. Dana kalau dipiliah lagi, di bawah Rp 200 juta,” tandas Jongkie.

Pada sisi lain, masyarakat yang belum memiliki mobil masih banyak. Berdasar riset Organisasi Industri Mobil Dunia, rasio kepemilikan mobil di Indonesia masih 99:1.000 penduduk.

Selain itu, kini mobil – khususnya LCGC – juga membuka peluang baru bagi ekonomi masyarakat dengan dijadikan sebagai sarana usaha mendulang pendapatan melalui jasa taksi online. Sehingga, permintaan LCGC maupun Low MPV, juga bukan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan transportasi keluarga, tetapi juga untuk meraup keuntungan ekonomi.

Bicara soal penjualan LCGC di periode Januari – Juni tahun ini, Daihatsu Sigra ternyata berada di urutan pertama dalam jumlah. Keterangan resmi PT Astra Daihatsu Motor (ADM) yang diterima Mobilitas, di Jakarta, belum lama ini menyebut sepanjang enam bulan pertama tahun ini Daihatsu Sigra membukukan penjualan ke diler (wholesales) sebanyak 30.166 unit.

Jumlah ini setara dengan 30,4 persen dari total wholesales mobil Daihatsu yang sebanyak 99.240 unit. Pada saat yang sama, mobil ini terjual ke konsumen (ritel) sebanyak 32.532 unit.

Total penjualan ini mencapai 31,7 persen dari total penjualan ritel Daihatsu pada saat itu, yang mencapai 102.515 unit. Berada di belakang Daihatsu Sigra ada Honda Brio Satya yang terjual 25.491 unit, Toyota Calya 22.947 unit, Daihatsu Ayla 14.315 unit, dan Toyota Agya 10.004 unit. (Jrr/Aa)