Power Steering Bermasalah, Puluhan Ribu Mobil Tesla Di-recall

0
1085
Tesla Model X tahun 2021 - dok.Istimewa via The Car Connection

Washinghton, Mobilitas – Tesla menarik (recall) Model S dan Model S tahun 2017 – 2021 karena power steering bermasalah.

Seperti dilaporkan Reuters, Selasa (8/11/2022) pengumuman Lembaga Keselamatan Jalan Raya Nasional (NHTSA) Amerika Serikat menyebut power steering mobil-mobil itu tidak berfungsi sebagaimana mestinya ketika mobil melibas jalanan bergelombang atau saat melindas lubang. Total mobil yang diatrik itu 40.000 unit.

“Akibat tidak berfungsinya power steering ini, membutuhkan tenaga ekstra untuk mengendalikan setir, terutama saat kecepatan rendah. Walhasil, meningkatkan risiko kecelakaan,” bunyi keterangan NHTSA.

Terkait dengan masalah itu, pada 11 Oktober lalu, Tesla telah melakukan pembaruan perangkat lunak over the air. Pemabruan itu dimaksudkan untuk meng-kalibrasi ulang sitem pendeteksi bantuan torsi yang membantu kemudi.

Tesla juga mengakui adanya 314 keluhan terkait dengan masalah tersebut, terutama di Amerika Serikat. Namun, hingga saat ini tidak ada laporan yang menyebut telah terjadi kecelakaan akibat masalah tersebut.

Tesla mengaku, per1 November kemarin, sudah 97% dari total kendaraan yang ditarik telah melakukan install ulang sistem perangkat lunak terkait dengan power steering itu. Sisanya, diperkirakan bakal menyelesaikan penginstallan pada bulan ini juga.

Tesla Model 3 buatan pabrik Tesla Shanghai, Cina – dok.Reuters

Sementara itu, terkait dengan penjualan mobil listrik murni (BEV), Tesla tercatat masih yang terbanyak di dunia. Data EV Market Review yang dikutip Mobilitas, Rabu (9/11/2022) memperlihatkan, pada Januari – September tahun ini pabrikan besutan Elon Musk itu melego 908.573 mobil buatannya.

Tesla hingga Oktober tahun ini juga berhasil menggenjot penjualan mobilnya yang dibuat di pabrik Shanghai, Cina. Data Asosiasi Mobil Penumpang Cina (CPCA) yang dikutip Mobilitas, Rabu (9/11/2022) memperlihatkan selama Januari – Oktober, total mobil Tesla buatan pabrik Shanghai terjual sebanyak 554.778 unit.

Jumlah itu melonjak 59% dibanding penjualan selama periode sama di 2021. Dan dari jumlah itu, 219.427 unit atau 40%-nya diekspor ke berbagai negara. (Din/Aa)