Jakarta, Mobilitas – Pernyataan Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas ) Joao Angelo De Sousa Mota yang menyebut telah mengajak produsen pick up dan truk di Indobesia untuk memenuhi kebutuhan kendaraan itu sebelum akhienya memutuskan mengimpor 105.000 dari Indiia diakui PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI).
Bahkan Agrinas meminta Hino untuk menyuplai lebih dari 10.000 unit truk ringan, namun HMSI hanya sanggup memasok 10.000 unit. Itu pun setelah dikonsultasikan dan mendapat persetujuan dari prinsipal Hino Motors di Jepang.
“Pemerintah melalui Agrinas bahkan mengajak kami dan semua produsen (kendaraan komersial ini) untuk memasok kendaraan yang akan digunakan oleh Koperasi Desa Merah Putih. Bahkan membuka seluas-luasnya bagi kami. Tetapi, karena kapasitas (produksi) kami memang terbatas, apalagi tenggatnya sampai Maret 2026 nanti sudah harus beres, maka kami hanya sanggup10.000 unit saja,” papar Sales & After Sales Director PT HMSI, Susilo Darmawan, saat ditemui Mobilitas di sela Berbuk Puas Bersama Hino dengan media, di Jakarta, Jumat (27/2/2026).
Sementara, di tempat yang sama, Supply Chain and Marketing Communication (SCMC) Division Head PT HMSI Wibowo Santoso kepada media menyatakan Hino memang ikut berpartisipasi proses tender pengadaan kendaraan niaga untuk Koperasi Merah Putih.
“Tetapi, hasilnya berapa unit yang bisa dipasok itu, tergantung kapasitas dan persiapan produksi dari masing-masing merek. Kami sanggup 10.000 unit truk ringan, karena batas waktunya sampai Maret 2026, ini cukup berat,” kata Wibowo.

Terlebih, dari kapasitas terpasang produksi Hino yang sebanyak 60.000 unit per tahun, baru terpakai atau baru digunakan 20 persen alias 12.000 unit. Padahal untuk menambah jumlah produksi tidak bisa dengan serta merta dalam waktu singkat, artinya tenggat waktu Maret dengn produksi lebih 10.000 unit untuk Agrinas saja) itu berat.
“Kami harus menambah jumlah pekerja, persiapan pengadaan komponen dari supplyer itu membutuhkan waktu. Artinya, untuk mengakselerasi penambahan jumlh produksi itu juga butuh waktu, tidak bisa sekonyong-konyong atau dengan serta merta. Jadi di sini masalahnya,” tandas Wibowo.
Soal kesepakatan harga dan diskon yang diberikan, Wibowo enggan menyebutkanny. Tetapi yang pasti, kata dia, pihaknya memberikan harga terbaik karena mendukung dan mengapressi program itu.
Sebelumnya, Direktur Utama Agrinas Joao Angelo De Sousa Mota, menyatakan pengadaan kendaraan dari India dilakukan setelah negosiasi dengan produsen lokal tidak mencapai titik temu, terutama terkait harga dan kapasitas produksi, Sehingga dari produsen lokal disepakai hanya 45.000 unit. Mereka berasal dari Mitsubishi Fuso 20.600 unit, Foton Aumark 13.500 unit, Hino 10 ribu unit, dan Isuzu 900 unit. (Swe/Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id












