Jakarta, Mobilitas – PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa stok bahan bakar minyak atau BBM Indonesia pada kisaran sekitar 21 hari menunjukkan bahwa pasokan operasional yang secara normal.
Pasokan tersebut, ungkap Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun, dikelola dalam sistem logistik energi nasional untuk menjamin kelancaran distribusi energi ke seluruh wilayah Indonesia.
“Jadi, stok 21 hari itu adalah stok BBM yang dikelola oleh Pertamina Patra Niaga untuk kurun waktu tersebut. Stok ini selalu dijaga dalam sistem logistik energi nasional. Nah stok BBM yang disimpan itu sudah memenuhi kapasitas penimbunan BBM secara nasional untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat. Begitu artinya,” ujar Roberth yang dihubungi Mobilitas di Jakarta, Senin (9/3/2026).

Menurut Roberth, jumlah pasokan tersebut bersifat dinamis dan terus diperbarui. Artinya, jumlah pasokan disesuaikan dengan kebutuhan riil konsumsi energi masyarakat, dan penambahan produk melalui produksi dari kilang domestik maupun pengadaan impor yang telah direncanakan jauh hari sebelumnya.
“Prinsip 21 hari itu artinya kapasitas penyimpanan atau storage. Tapi itu bukan berarti kalau sudah 21 hari kemudian cadangan atau stok habis. Bukan seperti itu maksudnya. Tetapi, stok tersebut dijaga supaya cadangan tetap mencukupi selama 21 hari,” tandas Roberth.
Oleh karena itu, dia menghimbau agar masyarakat tidak panik atau khawatir. Pertamina, lanjut Roberth, juga terus memantau dan berkoordinasi dengan pemerintah untuk memastikan sumber pasokan. (Jrr/Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id












