Jakarta, Mobilitas – Kementerian Perhubungan memperkirakan 143,9 juta – 144 juta orang akan melakukan mobilitas (pergerakan dari satu tempat lain) menggunakan kendaraan berbagai moda transportasi selama masa mudik Lebaran 2026.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, kepadatan lalu-lintas, khususnya jalur darat bakal tinggi. Sehingga potensi terjadinya kecelakaan lalu-lintas juga besar.
Namun potensi tersebut bisa dicegah atau diminimalkan jika masyarakat pengguna jalan menyadari perilaku penyebab kecelakaan. Pasalnya, seperti diungkap Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman), Edo Rusyanto, pengalaman selama ini membuktikan faktor manusia merupakan pemicu terbesar kecelakaan lalu lintas.
“Karena itu, para pemudik perlu meningkatkan kesadaran berlalu lintas yang rendah risiko guna memangkas fatalitas kecelakaan di jalan,” ujar Edo Rusyanto dalam diskusi Berkendara Aman & Selamat yang digelar Jarak Aman yang diikuti Mobilitas, di Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Caranya, lanjut Edo, dengan memahami potensi terjadinya kecelakaan saat berkendara. Termasuk, menerapkan manajemen perjalanan mudik yang sehat dan selamat.

“Pemudik perlu mempersiapkan diri sebaik mungkin sebelum bepergian dan secara disiplin beristirahat guna menjaga kebugaran sebagai bekal senantiasa berkonsentrasi saat berkendara,” saran Edo Rusyanto.
Edo menyodorkan bukti keberhasilan kesadaran dan partisipasi publik dalam menurunkan kasus dan fatalitas kecelakaan saat musim mudik Lebaran tahun 2025. “Mengutip data periode Operasi Ketupat Korlantas Polri tahun 2025, kasus kecelakaan selama periode itu turun sekitar 31 persen, sedangkan fatalitas atau korban meninggal dunia turun 53 persen,” papar Edo.
Data Operasi Ketupat 2025 itu,menyebutkan ada 3.181 kasus kecelakaan dan merenggut 787 korban jiwa. Sementara itu, Senior Trainer Global Defensive Driving Consulting (GDDC) Lilik Andi Baryono menyatakan, semua akan sia-sia setelah terliat kecelakaan. Tidak hanya merugikan kesehatan, tapi juga harta benda, waktu hingga masa depan atau karir.
“Karena itu, kecelakaan harus dicegah. Kita tahu, penyebab umum kecelakaan adalah soal gagalnya antisipasi saat berkendara,” ujar Lilik.
Kegagalan mengantisipasi situasi saat mengemudi salah satunya dipicu oleh pengemudi kelelahan. Karena itu, untuk mengatasi kelelahan, pengemudi harus beristirahat berkisar 15-20 menit setiap 2 jam berkendara.
“Selain itu, hindari konsumsi kafein berlebih dan perbanyak konsumsi air putih,” tambah Lilik. (Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id












