Bisnis

Pasar Mobil Mewah RI di Kuartal I 2026 Muram, Penjualan BMW,Mercedes dan Lexus Tenggelam

×

Pasar Mobil Mewah RI di Kuartal I 2026 Muram, Penjualan BMW,Mercedes dan Lexus Tenggelam

Share this article
Mercedes-Benz GLC - dok.Mobilitas

Jakarta, Mobilitas – Hampir semua merek mobil mewah yang berjualan di Indonesia (dan anggota Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia/Gaikindo) membukukan amblesnya penjualan eceran dari dealer ke konsumen alias penjualan ritel.

Data Gaikindo yang disitat Mobilitas di Jakarta, Rabu (15/4/2026) menunjukkan, merek-merek mobil mewah yang jeblok penjualan ritel di periode Januari – Maret atau kuartal pertama 2026 itu bukan hanya merek asal Eropa saja. Tetapi juga merek dari Jepang dan Cina.

Fakta berbicara mobil listrik mewah asal Cina, Denza (yang merupakan merek mewah milik BYD) penjualan ritelnya di kuartal I 2026 itu ambles hingga 62,6 persen dibanding periode sama di tahun 2025. Totalnya, hanya 867 unit.

Kemudian dua merek papan atas asal Jerman ykni Bayerische Motoren Werke (BMW) dan Mercedes-Benz penjualan ritelnya di tiga bulan pertam 2026 itu masing-amsing anjlok 22,9 persen dan 28,5 persen. Mobill mobil yang mereka jual ke konsumen 644 unit dan 494 unit.

Lexus ES 300h Ultra Luxury – dok.Mobilitas

Lalu, merek mewah asal Jepng yang merupakn milik Toyot Motor, yakni Lexus, penjualan ritelnya anjlok 27,2 persen. Hanya 260 unit mobil Lexus yang terjual ke konsumen Indonesia di kuartal I 2026 itu.

Merek mewah lainnya, yakni MINI mencatat mobilnya yang dibeli konsumen hanya sebanyak 84 unit, anjlok 45,8 persen.Merek asal Swedia, yakni Volvo, di kurun waktu yang sama juga membukukan muramnya penjualan ritel, dengn total 14 unit, anjlok 39,1 persen.

Merek asal Jerman lainnya, yaitu Audi hanya berhasil membukukan penjualan sebanyak 5 unit. Total penjualan ritel di tiga bulan pertama 2026 itu, tidak berubah alias staganan dibanding penjualan ritel yang dicetaknya pada periode sama di tahun 2025. (Anp/Aa)

 

Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id