Bisnis

Ekonomi Dunia Muram, Ferrari dan Lamborghini Masih Laku Keras di Januari – Mei 2026

×

Ekonomi Dunia Muram, Ferrari dan Lamborghini Masih Laku Keras di Januari – Mei 2026

Share this article
New Ferrari Amalfi 2026 - dok. Istimewa via Youtube

Roma, Mobilitas – Sepanjang periode Januari hingga Mei atau lima bulan pertama 2026, jumlah mobil yang terjual di Italia menanjak hingga 9,4 dibanding periode sama di tahun 2025.

Data Asosiasi Industri Otomotif Italia (ANFIA) dan Asosiasi Produsen Mobil Italia (UNREA) yang dikutip Mobilitas di Jakarta, Selasa (2/6/2026) menunjukkan, di periode Januari – Mei 2026 itu, jumlah mobil yang terjual di Italia mencapai 790.301 unit. Jumlah tersebut melonjak 9,4 persen dibanding penjualan selama periode sama di tahun 2025.

Fakta juga berbicara, semua merek lokal atau merek asli Italia seperti Fiat membukukan kenaikan penjualan. Bahkan merek premium, supercar Ferrari dan Lamborghini.

Data memperlihatkan, selama lima bulan pertama 2026 itu, Ferrari terjual sebanyak 470 unit, melonjak 25,3 persen dibanding periode sama di tahun 2025. Sedangkan di bulan Mei saja, mobil merek berlambang kuda jingkrak ini laku sebanyak 105 unit, melonjak 36,4 persen dibanding penjualannya di Mei 2025.

Lamborghini Revuetto – dok.Istimewa

Sedangkan Lamborghini di saat yang sama yakni Januari hingga Mei 2026, membukukan penjualan sebanyak 343 unit, melonjak 38,3 persen dibanding penjualannya di lima bulan pertama 2025. Di bulan Mei saja, mobil berlambang banteng menyeruduk ini laku sebanyak 60 unit, melonjak 13,2 persen dibanding Mei 2025.

Sekadar informasi, laporan The Financial yang disitt Mobilitas di Jakarta, Selasa (2/6/2026) menyebut hingga akhir Maret 2026, jumlah jutawan yakni individu dengan kekayaan lebih dari US $ 1 juta terus meningkat. Jumlahnya 517.099 orang.

Sementara, jumlah miliarder di negeri itu mencapai 92 orang. “Jumlash jutawan di Italia terus bertumbuh, ini seiring dengan masuknya ribuan orang kaya dari berbagai negara ke Italia setiap tahun,” tulis media ekonomi itu.

Padahal, di saat yang sama, PBB dan Bank Dunia memproyeksikan PDB global tumbuh sekitar 2,5 – 3 persen, jauh di bawah saat sebelum pandemi. Kondisi ini terjadi karena kenaikan harga energi dan konflik geopolitik. (Anp/Aa)

 

Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id