Bisnis

Ekspor Mobil Geely di Januari – April 2026 Meroket 150 Persen

×

Ekspor Mobil Geely di Januari – April 2026 Meroket 150 Persen

Share this article
Geely EX5 - dok.Car Expert

Beijing, Mobilitas – Pabrikan mobil kondang asal Hanzhou, Zhejiang, Republik Rakyat Cina, Geely Auto, sepanjang periode Januari – April 2026 membukukan lonjakan ekspor mobilnya yang fantastis. Meski, secara total (di pasar domestik Cina dan luar negeri) merosot

Data Asosiasi Mobil Penumpang Cina (CPCA) yang disitat Mobilitas di Jakarta, Jumat (8/5/2026) menunjukkan, di periode Januari – April 2026 jumlah mobil Geely yabg terjual di pasar global sebanyak 944.876 unit. Jumlah ini naik tipis 0,76 persen dibanding periode sama di tahun 2025.

Dari total penjualab tersebut, 286.210 unit, merupakan model yang terjual di luar negeri alias diekspor. Jumlah ekspor tersebut meroket 150,87 persen dibandibg total ekspor sepanjang Januari – April 2025.

Menariknya, sebanyak 505.109 unit merupakan mobil elektrifikasi alias NEV. Mobil elektrifikasi ini terdiri dari mobil listrik baterai, hybrid, dan plug-in hybrid.

Geely Xingyuan di GIIAS 2025 – dok. Mobilitas

Sejumlah analis industri di Bursa Saham Hong Kong (HSE) yang dikutip The Finance menyebut, kini Geely terus menggenjot ekspansi ke luar negeri. Hal ini menyusul pasar mobil di Cina yang diwarbai ketatnya persaingan dengan praktik banting harga.

Sementara, pemerintah Cina sudah menyetop subsidi harga. Hal ini menjadikan banyak pabrikan yang kesulitan dan kelebihan produksi.

“Kelevihan produksi ini tentu membuat arus kas masing-masing perusahaan. Termasuk Geely. Sehingga, ekspansi harus dilakukan terutama di kawasan Asia dan Eropa,” ungkap analis Christopher Chen.

Menurut dia, Geely memiliki keunggulan berupa vaeian produk dan submerek yang bisa menembus berbagai lapisan segmen. Di kalangan atas, pabrikan ini memiliki merek Lynk & Co yang berbagi teknologi dengan Volvo Cars.

Selain itu, Geely juga mempunyai merek premium Zeekr. Mobil merek ini juga telah menyebar ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia. (Ysi/Aa)

 

Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id