Stockholm, Mobilitas – Swedia merupakan negeri asal atau kampung halaman Volvo Group, pabrikan otomotif kondang di dunia yang memproduksi mobil penumpang, truk, hingga bus.
Data (Organisation Internationale des Constructeurs d’Automobiles) alias organisasi internasional yang mewakili industri kendaraan bermotor global yang disitat Mobilitas di Jakarta, Jumat (8/5/2026) menyebut negara berpenduduk 10,72 juta jiwa itu merupakan pemimpin global dalam mobilitas hijau dan inovasi kendaraan listrik (EV) di dunia.
Pada thun 2026 ini, Swedia membangun jalan raya listrik (e-motorway) permanen pertama di dunia. Jalan tersebut bisa digunakan untuk mengecas daya baterai mobil listrik yang melintas di atasnya.
Sementara, itu mobil yang dijual di negara ini kebanyakan mobil listrik baterai atau BEV, hybrid, plug-in hybrid, serta sebagian lainnya konvensional. Namun di tahun 2026 ini, khususnya pada periode Januari – April 2026, penjualan mobil di negara Nordik itu menyusut dibanding periode sama pada 2025.

Laporan penjualan seluruh pabrikan yang dihimpun Sweden Mobility dan dikutip Mobilitas di Jakarta, Jumat (8/5/2026) menunjukkan, selama empat bulan pertama 2026 itu, total jumlah mobil yang terjual sebanyak 86.107 unit. Jumlah ini menyusut 1,9 persen.
Fakta berbicara, Volvo masih bercokol di urutan pertama di daftar pabrikan dengan penjualan terbanyak, totalnya 13.881 unit, anjlok 14 persen. Sedangkan dua pabrikan mobil listrik asing yakni Tesla (Amerik Serikat) dan Build Your Dreams alias BYD (Cina) penjualannya justru melonjak.
Tercatat, Tesla membukukan penjualan sebanyak 3.278 unit, melonjak 53,8 persen dibanding total penjualan yang dicetaknya pada periode sama di tahun 2025. Sedangkan BYD meraup angka penjualan 560 unit, melonjak 77,8 persen.
Tren penjualan seperti ini juga terjadi di bulan April 2026. Selama bulan keempat itu, Volvo menjual 4.033 mobil, anjlok 21,2 persen dibanding April tahun lalu. Sementara, Tesla menjual 429 unit (meroket 111,3 persen) dan BYD 255 unit, meroket 410 persen. (Din/Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id







