Jakarta, Mobilitas – Padahal, pasar mobil di Indonesi di rentang waktu Januari hingga April 2026 menggeliat. Itu terlihat dari kinerja penjualan mobil secara grosir dari pabrik ke dealer (wholesales) maupun secara eceran dari dealer ke konsumen (penjualan ritel) yang meningkat dibanding periode sama di tahun 2025.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dinukil Mobilitas di Jakarta, Rabu (20/5/2026) menunjukkan selama periode emapat bulan pertama 2026 tersebut total wholesales mobil di Indonesia mencapai 289.787 unit. Jumlah itu menanjak 12,5 persen dibanding total wholesales yang tercetak pada periode sama di 2025, yang sebanyak 257.647 unit.
Sementara, di saat yang sama, penjualan ritelnya mencapai 287.581 unit. Total penjualan eceran ke konsumen itu meningkat 6,9 persen dibanding periode sam di tahun 2025, yang sebanyak 268.940 unit.
Namun di tengah pasar yang tengah mekar tersebut, ternyata penjualan mobil Volvo yang dijajakan oleh PT Leading Vision Otomotif (LVO) justru anjlok.

Fakta berbicara, total wholesales mobil merek asal Swedia itu hanya 42 unit, anjlok hingga 42,4 persen dibanding total penjuan grosirnya di empat bulan pertama 2025.
Sementara, total penjualan ritelnya di periode Januari – April 2026 itu ternyata sam persis dengan wholesales-nya yakni 42 unit. Begitu pun dengan tingkat kemerosotan penjualannya dibanding periode sama di tahun 2025, juga 42,4 persen.
Sedangkan di bulan April 2026 saja, total penjualan ritel yang dicetak Volvo Indonesia hanya 5 unit. Jumlah itu anjlok 50 persen dibanding total penjualan eceran yang dibukukannya di bulan yang sama di tahun 2025.
Begitu pun dengan wholesales-nya. Totlnya juga 5 unit, dan sama-sama anjlok 50 persen dibanding total wholesales yang dicetaknya pada April 2025. (Din/Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id












