Jakarta, Mobilitas – Fakta menarik dari kinerja penjualan mobil GAC Aion di Indonesia – baik secara grosir dari pabrik ke dealer (wholesales) maupun secara eceran dari dealer ke konsumen (penjualan ritel) – adalah, meski sempat menurun di bulan Maret, ternyata kembali “meletup” di bulan April.
Bahkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang disitat Mobilitas di Jakarta, Jumat (22/5/2026) memperlihatkan, dengan letupan di bulan April itu, maka kumulatif wholesales periode Januari – April 2026 masih melejit. Begitu pun dalam penjualan ritel.
Fakta data berbicara, sela empat bulan pertama 2026, total wholesales mobil GAC Aion di Tanah Air mencapai 3.032 unit. Jumlah itu melejit 94 persen dibanding total wholesales-nya pada periode sama di tahun 2025.
Sementara, penjualan ritel yang berhasil dicetaknya selama empat bulan pertama 2026 mencapai 2.573 unit. Jumlah penjualan eceran ke konsumen tersebut melejit hingga 71,2 persen dibanding periode sama di tahun 2025.
Sedangkan di bulan April saja, total wholesales mobil listrik bermerek Aion dan sub merek premium Hyptec itu sebanyak 884 unit, meroket 144, 2 persen dibanding pada bulan yang sama di tahun 2025. Adapun total penjualan ritelnya di bulan keempat 2026 tersebut sebanyak 633 unit, naik 24,9 persen year on year.
Padahal, di bulan sebelumnya atau bulan Maret, wholesales mobil merek itu 603 unit, menurun 37,1 persen dibanding Maret 2025. Begitu pun penjualan ritelnya, sebanyak 553 unit turun 22,3 persen dibanding Maret 2025.
Dengan kata lain, selama April 2026, mobil GAC Aion Indonesia kembali tancp gas. Walhasil penjualan kumulatif empat bulan pertama tahun ini kembali melejit. (Anp/Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id












