Bisnis

Ini yang Bikin VKTR Makin Pede Tawarkan Bus dan Truk Listrik ke Transjakarta Cs hingga Sektor Tambang

×

Ini yang Bikin VKTR Makin Pede Tawarkan Bus dan Truk Listrik ke Transjakarta Cs hingga Sektor Tambang

Share this article
Presiden Prabowo saat meresmikan pabrik VKTR di Magelang, Jawa Tengah, sempat bertanya soal bus listrik VKTR yang dipesanPT Transjakarta - dok.BPMI Setpres

Jakarta, Mobilitas – Perusahaan otomotif milik Grup Bakrie, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), yang menggarap kendaraan niaga – bus dan truk listrik – kini tak hanya gencar membidik sektor transportasi publik.  Namun, kini perusahaan yang merakit dan mendistribusikan kendaraan niaga asal Cina itu juga makin gencar menyasar sektor pertambangan, perkebunan, dan logistik.

“Iya, kami melihat peluang dan potensi pasar yang besar di sektor-sektor itu. Sebab, sekaarang, trennya perusahaan-perusahaan di sektor tersebut mulai beralih ke kendaraan listrik. Mengapa mereka beralih, karena tingginya harga bahan bakar minyak (BBM) ,” ungkap Direktur VKTR, Mochamad Yana Aditya, yang dihubungi Mobilitas di Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Di sektor transportasi publik, lanjut Aditya, VKTR terus membidik pengadaan unit armada bus listrik baru PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) serta perusahaan-perusahaan layanan trnsportasi publik sejenis di daerah-daerah di luar Jakarta. Kini, banyak daerah yang berkeinginan untuk mengggunakan bus listrik sebagai saran angkutan umum.

Logo perusahaan VKTR – dok.VKTR

“Kita tahu, Transjakarta merupakan model benchmarking bagi daerah-daerah lain untuk pengggunaan bus listrik. Dan kami selama ii menjadi perusahaan yang dipercaya sebagai pemasok bus listriknya. Transjakarta sendiri ang menargetkan populasi armada bus listriknya mencapai 10 ribu unit pada thun 2030 nanti. Karena itu kami berkeingan ikut tender pengadaan itu,” papar dia.

Menurut Aditya, VKTR telah memiliki pabrik perakitan di Tempuran, Magelang, Jawa Tengah. Pabrik tersebut diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada 9 April 2026.

Pabrik ini, lanjut dia, memiliki kapasitas produksi perakitan hingga 3.000 unit per tahun dan disiapkan untuk ekspansi hingga 10.000 unit. Aditya mengklaim, produk bus telah memiliki tingkat kandungan komponen dalam negeri (TKDN) lebih dari 40 persen.

Lokasi pabrik yang berada di Jawa Tengah itu memberikan keunggulan logistik, sehingga pengiriman kendaraan di seluruh Pulau Jawa lebih cepat. Selain itu, dengan tingginya kandungan komponen lokal menjadikan harga lebih bersaing. (Ton/Aa)

Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id