Jakarta, Mobilitas – Hingga kini, banyak pemilik sepeda motor yang mengabaikan tanda-tanda yang memang terlihat sepele, namun akhirnya merek menyesal karena mesin kendaraan merek telah rusak parah dan harus membongkar blok mesin. Lebih dari, ongkos perbaikannya pun mahal.
“Oleh karena itu, dalam setiap mengggunakan atau mengendarai sepeda motor, sebaiknya luangkan waktu beberapa menit saja untuk memperhatikan suara mesin, laju motor, suhu di sekitar area mesin motor. Dan kalu bisa cek kondisi oli mesin melalui stick indikator oli,” ungkap pemilik bengkel Bintang Putra Motor, Andriansyah, yang ditemui Mobilitas di Jalan Maulana Haassanudin, Cipondoh, Tangerang, Jumat (29/5/2026).
Menurut Andri, keempat gejala yang perlu diperhatikan tersebut merupakan tanda atau indikator yang paling mudah untuk dilihat maupun dikenali sekaligus dirasakan dalam mendeteksi mesin motor telah bernasalah. “Meskipun itu seperti gejala yang umum atau biasa, namun akurasinya sangat tinggi. Jadi, itu bisa dibilang tanda yang pasti untuk melihat apakah mesin motor bermasalah atau tidak,” jelas Andri.
Dia menjelaskan, suara mesin yang kasar bisa berupa suara gemeretak, suara pukulan logam atau knocking, hingga suara gesekan kasar dari dalam mesin. Suara itu tidak hilang saat mesin sudah panas.

Kemudian, asap putih yang keluar dari knalpot – terlebih pada saat mesin dingin – merupakan tanda oli mesin masuk ke ruang bakar bersama BBM dan ikut terbakar. Ini dikarenakan seal klep bocor atau ring piston yang sudah melemah.
Lalu yang ketiga, lanjut Andri. mesin motor mendadak mati atau loyo kehilangan tenaga saat lalu-lintas macet. Kejadian seperti itu merupakan gejala overheat kronis dan sistem pendinginan mesin tidak normal.
Keempat, oli mesin cepat habis, meski tidak ada rembesan atau kebocoran. Jika itu yang terjadi, maka bisa jadi dikarenakan oli masuk ke ruang bakar, dan kalau dibiarkan mesin bisa kepanasan dan komponennya rusak.
“Jika merasakan atau menemukan gejala- gejala itu, segera bawa motor ke bengkel untuk pemeriksaan dan tindakan sebelum parah, ” tandas Andri. (Anp/Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id












