Jakarta, Mobilitas – Penjualan sepeda motor domestik di Indonesia periode Januari–April 2026 masih meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang menggeliat dan inflasi yang terkendali. Meski kenaikan penjualan tersebut tipis dibanding periode sama di tahun 2025.
Data Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia (AISI) yang disitat Mobilitas di Jakarta, Sabtu (30/5/2026) menunjukkan di periode empat bulan pertama 2026 itu, jumlah mobil yang terjual di Tanah Air mencapai 2.135.063 unit. Jumlah itu naik 2,2 persen dibanding periode sama di 2025 yang sebanyak 2.089.953 unit.
Secara rinci, penjualan mobil per bulan di periode empat bulan pertama 2026 itu adalah, Januari sebanyak 577.763 unit, Februari 587.354 uni, dan selama Maret anjlok menjadi 448.974 unit. Namun pada bulan April kembali melonjak menjadi 520.972 unit.
Sekadar informasi, sepanjang April 2026 inflasi tahunan berada di kisaran 2,42 persen, yang diklaim pemerintah menjadikan daya beli masyarakat pada periode Januari hingga April 2026 tetap terkendali dan terjaga.

“Tetapi fakta yang tidak bisa dimungkiri adalah selama Januari – Februari, anggaran untuk pengeluaran dalam kehidupan sehari-hari lebih besar ketimbang pendapatannya. Lonjakan harga pangan dan energi yang jauh melampaui kenaikan pendapatan. Meski pemerintah mencatatkan kenaikan upah, tetapi kebutuhan hidup layak di berbagai kota besar seperti Jakarta dan lainnya tetap lebih tinggi daripada standar upah minimum,” ungkap peneliti senior di The Median Institute, Farhan Fathullah, yang dihubungi Mobilitas di Jakarta, Sabtu (30/5/2026).
Dalam kondisi biaya hidup yang lebih mahal tetapi pendapatan tidak naik itu, banyak masyarakat usia produktif dengan mobilitas tinggi memilih untuk membeli motor gar bisa menghemat biaya transportasi. Terlebih, kini lembaga pembiayaan – yang meskipun lebih selektif memilih calon nasabah – juga agresif menawarkan pembiayaan kredit motor.
“Secara kalkulatif, motor terbukti lebih fleksibel dalam menembus lalu-lintas yang macet. Dan secara ongkos jauh lebih murah ketimbang mengggunakan angkutan umum yang harus berganti beberapa kali. Dan jauh lebih murah dibanding mengggunakan mobil pribadi,” jelas Farhan. (Anp/Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id












