Bisnis

Penjualan Ritel Mobil Listrik BYD dan Geely di Cina Selama Januari – Mei 2026 Anjlok

×

Penjualan Ritel Mobil Listrik BYD dan Geely di Cina Selama Januari – Mei 2026 Anjlok

Share this article
Dealer BYD di Cina - dok. Getty Images via Observer

Beijing, Mobilitas – Meski secara total penjualan mobil (berbagai jenis sumber tenaga mulai dari konvensional, hybrid, plug-in hybrid, hingga listrik murni alias mobil listrik baterai) merosot, namun khusus mobil elektrifikasi – yang terdiri dari hybrid, plug-in hybrid, hingga listrik murni alias mobil listrik baterai – malah menanjak.

Data Asosiasi Mobil Penumpang Cina (CPCA) yang dikutip Mobilitas di Jakarta, Senin (15/6/2026) menunjukkan di rentang waktu lima bulan pertama atau Januari – Mei 2026, total jumlah mobil yang terjual ke konsumen (penjualan ritel) di Republik Rakyat Cina mencapai 7,099 juta unit. Jumlah penjulan eceran ke konsumen itu merosot 19,5% dibanding periode sama di tahun sebelumnya.

Sementara penjualan mobil elektrifikasi atau NEV di negeri itu – di saat yang sama justru naik 3,5 perseb dibanding periode Januari – Mei di tahun sebelumnya. Totalnya mencapai 5,802 juta unit.

Geely Galaxy L7 Phantom Edition, dilihat dari atas – dok.Geely Galaxy

Ternyata, di lima bulan pertama 2026 itu, total penjualan ritel NEV merek terbesar di Cina yakni Build Your Dreams (BYD) anjlok 39,1 persen dibanding periode sama di tahun 2025. Pada Januari – Mei 2026 itu, BYD mengantongi angka penjualan ritel NEV sebanyak 766.401 unit, dengan pasar 20,7 persen.

BYD masih betcokol di urutan pertama dalam daftar pabrikan dengan penjualan ritel terbanyak di negeri itu. BYD diikuti Geely yang menempati urutan kedua, dengan penjualan 470.396 unit (anjlok 17,6 year on year), meski meraup pangsa pasar 12,7 persen.

Sementara, Tesla bertengger di urutan keenam dengan total penjualn ritel 186.035 unit. Pangsa pasar yang berhasil diraup pabrikan ini sebesar 5 persen. (Jrr/Aa)

Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id