Jakarta, Mobilitas – Mobil mewah listrik merek milik Build Your Dreams (BYD) ini selama Januari hingga Juni atau semester pertama 2026 membukan anjloknya penjualan – baik secara grosir dari pabrik ke dealer (wholesales) maupun secara eceran dari dealer ke konsumen (penjualan ritel) – dibanding periode sama di tahun 2025.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang disitat Mobilitas di Jakarta, Sabtu (18/7/2026) menunjukkan di kurun waktu enam bulan pertama 2026 itu total wholesales Denza sebanyak 2,823 unit. Jumlah ini anjlok 50,8 persen dibanding wholesales selama periode sama di tahun 2025.
Sementara, penjualan ritelnya – di periode semester pertama 2026 tersebut – mencapai 2.161 unit. Jumlah ini anjlok 57,6 persen dibanding periode sama pada tahun 2025.
Fakta juga berbicara, di bulan Juni saja, jumlah mobil Denza yang dikirim ke dealer sebanyak 464 unit. Jumlah tersebut anjlok hingga 73,8 persen dibanding total wholesales yang dicetaknya di bulan Juni 2025.

Sedangkan total jumlah yang dibeli konsumen alias terjual alias terjual eceran ke konsumen 458 unit. Jumlah mobil Denza yang terjual ritel ini anjlok hingga 59,4 persen dibanding penjualannya ke konsumen selama bulan J di tahun 2025.
Seperti diketahui, BYD Indonesia sempat bersengketa dengan PT Worcas Nusantara Abadi (kini PT Raden Reza Adi) terkai pengggunaan merek Denza di Indonesia. Setelah melalui serangkian persidangan, BYD kalah karena PT Worcas mendaftarkan merek Denza lebih dahulu pada Juli 2023, apalagi Indonesia menganut prinsip sistem pendaftaran pertama atau first to file.
BYD kemudian mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA). Namun, lembaga peradilan tertinggi di Indonesia itu menolak kasasi BYD terkait sengketa merek tersebut melalui Putusan Nomor 1338 K/Pdt.Sus-HKI/2025.
Apakah anjloknya penjualan mobil Denza selama semester pertama 2026 itu terkait dengan masalah hukum itu, hingg kini belum ada keterangan resmi. Terlebih, sebelumnya tersiar kabar BYD menyiapkan alternatif nama baru, yakni Danza untuk mobil itu. (Anp/Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id












