Jakarta, Mobilitas – Meski di tingkat dunia atau tingkat global mereka berada di urutan kedua, ketiga, dan ketujuh, namun Cina, Korea Selatan, dan Singapura berada di urutan 1 – 3. Urutan pertama dalam peringkat dunia tersebut adalah Norwegia.
Laporan hasil riset Compare The Market – situs perbandingan harga (price comparison website) terkemuka di Inggris dan Australia – yang disitat Mobilitas di Jakarta, Jumat (3/7/2026) menyebut keempat negara itu merupakan bagian dari 25 negara penggguna mobil listrik yang diteliti oleh situs tersebut. Hasil riset tersebut dipublikasikan dalam laporan bertajuk Indeks Negara Ramah Kendaraan Listrik.
“Pemeringkatan ini mengevaluasi 25 negara berdasarkan skala 0-100 poin. Indikator sebagai parameter atau penilaian peringkat itu adalah akses ke stasiun pengisian daya, pangsa pasar kendaraan listrik sepanjang tahun 2025, biaya operasional, kebijakan insentif, serta peta jalan untuk penghapusan bertahap kendaraan bermesin pembakaran internal,” bunyi keterangan laporan riset tersebut.

Di Asia-Pasifik Cina berada di urutan pertama dengan skor 75,27 poin. Korea Selatan berada di urutan kedua dengan 68,17 poin. Sementara, Singapura di urutan ketiga dengan skor 54,59 poin.
Fakta juga memperlihatkan, di negara- negara itu, biaya pengisian daya baterai yang masih relatif mahal bukan penghalang mutlak bagi masyarakat untuk mengadopsi kendaraan listrik. Terutama di Norwegia yang di riset ini, menempati urutan pertama dunia dengan skor 75,43 poin. (DinAa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id












