Bisnis

Fuso Keren, Penjualan Ritel Januari – Juli Melejit 65,8 Persen, di Juli Meroket 132 Persen

×

Fuso Keren, Penjualan Ritel Januari – Juli Melejit 65,8 Persen, di Juli Meroket 132 Persen

Share this article
Truk Mitsubishi Fuso Canter - dok.Mobilitas

Jakarta, Mobilitas – Fakta data berbicara, kendaraan niaga Mitsubishi Fuso yang dipasarkan oleh PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (PT KTB) membukukan lonjakan penjualan di periode bulan Juli maupun Januari – Juli 2026, baik dalam penjualan grosir dari pabrik ke dealer (wholesales) dan penjualan eceran dari dealer ke konsumen (penjualan ritel).

Data Gabungan Indusrngki Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dinukil Mobilitas di Jakarta, Kamis (13/8/2026) menyebut di bulan Juli tahun ini, Fuso Indonesia meraup angka wholesales sebanyak 4.969 unit. Total penjualan grosir ini meroket hingga165,6 persen dibanding total wholesales selama bulan yang sama di tahun 2025.

Sementara, total penjualan ritelnya di bulan ketujuh 2026 itu mencapai 4.630 unit. Jumlah penjualan eceran ke konsumen itu melejit hingga 132 persen dibanding total penjualan ritel di bulan yang sama di tahun lalu.

Sedangkan, pada periode Januari – Juli 2026, total wholesales yang dicetak Fuso Indonesia mencapai 22.504 unit, melejit 69 persen dibanding wholesales yang dibukukannya selama Januari – Juli 2025. Adapun, total penjualan ritelnya – di kurun waktu yang sama, sebanyak 22.604 unit, melejit 65,8 persen dibanding tahun lalu.

Truk Mitsubishi Fuso Fighter X – dok.Mobilitas

Sebelumnya, di sela-sela acara yang berlangsung di boorh Fuso GIIAS 2026 belum lama ini kepada Mobilitas Sales and Marketing Director PT KTB, Aji Jaya, memberithukan moncernya penjualan di bulan Juli tahun ini. Menurut dia lonjakan penjualan tersebut taka hanya dipicu oleh pembelian 20.600 unit truk Fuso Canter (tahun ini, hingga Desember) oleh PT Agrinas (untuk Kopdes) saja, tetapi juga dipantik oleh permintaan dari pembeli ritel maupun korporata atau fleet.

“Terutama sektor logistik yang tumbuh semkin subur sejalan dengan konsumsi masyarakat sehingga perusahaan jasa pengiriman menambah armada truk. Dari kami yang diminta itu Canter dan Fighter. Karena untuk konsumsi ini mata rantainya – terutama konsumsi makanan dan minuman – itu industri atau manufaktur pengolahan makanan dan minuman. Ini tumbuhnya juga cukup signifikan,” tutur Aji.

Pada saat yang bersamaan, lanjut Aji, permintaan dari sektor perkebunan kelapa sawit juga “melutup” karena perkebunan – baik swasta besr maupun milik rakyat, dan milik BUMN tengah bersiap memacu produksi. Ini sejalan dengan kebutuhan minyak sawit (CPO) untuk program B50. (Swe/Aa)

Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id