Bisnis

Permintaan Tinggi, Fuso Indonesia Siap Garap Pasar Truk Bekas

×

Permintaan Tinggi, Fuso Indonesia Siap Garap Pasar Truk Bekas

Share this article
Lambang Tiga Berlian, logo Mitsubishi Fuso di grill sebuah model truk Fuso- dok.Mobilitas

Tangerang, Mobilitas – Sejumlah kalangan menyebut permintaan truk bekas oleh masyarakat – khususnya kalangan pelaku usaha skala kecil menengah – di Indonesia terus meningkat.

Ketua Canter Mania Indonesia Community (CMIC) Jawa Barat – Banten, yang juga pengusaha asal Tasikmalaya, Toni Abdulgani, menyebut di periode Januari – Juni 2026 ini, di Wilayah Jawa Barat, permintaan truk seken itu meningkat sekitar 10 – 15 persen.

“Itu informasi dari teman-teman pengusaha truk ya. Memang, kalau truk bekas ini rata-rata kan masih Euro2 ya. Tapi itu, enggak masalah. Apalagi truk ini bisa minum solar kualitas rendah sekali pun,” papar Toni saat ditemui Mobilitas di booth Fuso GIIAS 2026, ICE BSD City, Tangerang, belum lama ini.

Alasan lainnya mengapa pelaku usaha di daerah banyak memburu truk bekas, lanjut Toni, karena kondisi ekonomi dan persaiangan bisnis yang ketat menuntut efisiensi. “Dan truk bekas, yang kondisinya masih layak, itu menjadi solusi, ” ujar Toni.

Pernyataan Toni diamini Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Gemilang Tarigan. Menurutnya, pilihan ini ditempuh pelaku usaha, karena dinilai lebih menguntungkan di tengah kondisi ekonomi yang belum kuat.

Ilustrasi, truk yang melintas di jalan tol – dok.Mobilitas

“Apalagi, truk seken bisa pakai BBM biosolar. Apalagi, di kita kan belum ada aturan pembatasan umur kendaraan ya. Dan truk bekas ini permintaannya datang dari banyak segmen usaha. Mulai dari usaha tambang galian, pengusaha jasa angkutan, hingga pemilik pabrik-pabrik sakala kecil menengah,” jelas Tarigan yang dihubungi Mobilitas di Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Potensi pasar truk bekas yang cukup menjanjikan itu diakui Sales & Marketing PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (PT KTB) Aji Jaya. Bahkan, Aji mengatakan pihaknya kini sedang mengkaji untuk menggarap pasar truk bekas tersebut.

“Kami sedang mengkaji, bagaimana nanti menggarapnya. Karena memang potensinya besar. Untuk source (sumber asal truk bekas) itu banyak, kita punya customer fleet dari berbagai segmen. Nah, umumnya korparat itu maksimal 10 tahun ganti armada truk. Itu source-nya, ” jelas Aji kepada media usai di booth Fuso GIIAS 2026, Rabu (5/8/2026).

Menurut Aji, bisa saja nanti PT KTB menerapkan sistem tukar tambah (trade-in) truk bekas milik konsumen dengan truk baru. Sehingga, core bisnis PT KTB berjualan truk baru berjalan, dan bisnis truk bekas juga berkembang.

“Itu yang sedang kami kaji. Termasuk untuk inspeksi atau pemeriksaan truk bekas dan sertifikasinya, sebelum dijual kembali,” tandas Aji. (Din/Aa)

Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id