Washington, Mobilitas – Aliansi untuk Inovasi Otomotif, yang mewakili General Motors, Ford, Toyota, Volkswagen, Hyundai, Honda, Stellantis, dan produsen mobil besar lainnya itu beralasan produsen mobil China menjalankan praktik dumping subsidi yang disokong pemerintahnya.
Laporan The Los Angeles Times dan Reuters yang dikutip Mobilitas di Jakarta, Jumat (4/9/2026) menyebut, selain itu pemerintah Amerika Serikat (AS) telah menuding mobil-mobil asal Negeri Tirai Bambu itu bermuatan teknologi – seperti Bluetooth, Wi-Fi, konektivitas seluler, dan beberapa teknologi komunikasi satelit - yang membahayakan keamanan nasional.
Oleh karena itu, aliansi tersebut, pada Kamis (3/9/2026) mendesak Kongres AS untuk mengesahkan undang-undang yang secara permanen melarang kendaraan buatan China dari pasar negeri itu, sebelum akhir tahun ini.
"Saat ini, produsen mobil China sedang melakukan dumping kendaraan bersubsidi dengan perangkat lunak dan perangkat keras yang terhubung di seluruh dunia. Ini belum terjadi di AS, tetapi mengingat skala dan urgensi ancaman ini, kami mendesak Kongres untuk memberlakukan larangan kendaraan, perangkat lunak, dan perangkat keras China sebelum akhir tahun ini dan menjadikan kebijakan ini sebagai hukum yang berlaku di negara ini," ungkap CEO kelompok itu, John Bozzella.
Pada bulan Juli lalu, Komite Perdagangan Senat menyetujui undang-undang untuk memperketat larangan pemerintah terhadap produsen mobil China yang memasuki pasar Amerika. Tetapi upaya itu masih menghadapi hambatan untuk mendapatkan pengesahan akhir.
Bozzella mengatakan bahwa pengesahan RUU tersebut "akan mengirimkan pesan yang jelas dan bipartisan bahwa strategi China untuk mendominasi manufaktur otomotif global akan ditanggapi dengan respons keamanan nasional dari pemerintah Amerika."
Menanggapi usuln itu, Kedutaan Besar China di Washington mengatakan pihaknya menentang upaya tersebut dan mengatakan Beijing telah menghapus pembatasan akses pasar terhadap investasi asing di bidang manufaktur.
"Kami tetap terbuka bagi produsen mobil internasional yang dapat sepenuhnya berbagi keuntungan dari pasar besar Tiongkok. Tesla, Buick, Toyota, dan Ford telah menjadi nama-nama yang dikenal luas di Tiongkok," bunyi pernyataan Kedutaan Besar China itu. (Din/Aa)
Rekomendasi
Fuso Luncurkan Truk Fighter Berbasis Hino Ranger, Ada Varian 4WD
Tak Mau Bentrok dengan BMW, GAC M8 Bersiap Ganti Nama Jadi E9 di Australia
Helm Shoei GT-Air 3 Smart Dibekali HUD Canggih, Harga Tembus Rp26 Jutaan
Penjualan Mobil Elektrifikasi BYD di China Januari- Agustus Tahun Ini Anjlok 32,72 Persen
Kia Vision Meta Turismo Raih Red Dot Award 2026, Usung Tiga Mode Interaktif
