Washington, Mobilitas – Toyota Motor wilayah Amerika Utara, menarik kembali (recall) mobil listrik Toyota bZ4X hingga belasan ribu unit di Amerika Serikat. Gegaranya, mobil setrum itu mengalami masalah pada perangkat lunak pada unit kontrol elektronik (ECU) baterai
Laporan US Today yang disitat Mobilitas di Jakarta, Senin (29/6/2026) menyebut, dokumen resmi Badan Keselamatan Jalan Raya Nasional (NHTSA) Amerika Serikat menyatakan total jumlah mobil listrik Toyota yang ditarik mencapai 11.495 unit. Mobil yang di-recall adalah model tahun 2025–2026.
“Cacat produksi perangkat lunak pada unit kontrol elektronik (ECU) baterai yang menyebabkan malafungsi sistem manajemen baterai, sehingga kendaraan mati mendadak,” bunyi keterangan dokumen NHTSA itu.
Disebutkan pula, mobil itu menggunakan ECU baterai pasokan dari Denso yang dilengkapi dengan perangkat lunak khusus. Komponen ECU baterai tersebut mempunyai dua sirkuit terintegrasi.

Ternyata, dalam kasus ini, duasirkuit itu, tiba-tiba menyimpan dua data kiriman data dalam waktu bersamaan hingga melebihi batas kapasitasnya (overwrite) karena tumpang tindih. Jika proses tumpang tindih data ini terjadi secara berulang, sistem operasi ECU akan gagal melewati uji validasi operasional internal.
Sebelum sistem mati, pengemudi akan melihat pesan peringatan bertuliskan “EV System Malfunction” disertai dengan beberapa lampu indikator yang menyala di panel instrumen. Tetapi, meski fungsi kemudi power steering dan asisten pengereman tetap aktif, mobil kehilangan daya dorong, dan ini berpotensi membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lain.
Toyota meminta pemilik mobil untuk mendatangi dealer resmi Toyota untuk perbaikan sistem ECU. Perbaikan diberikan secara gratis. (Din/Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id












