Sidney, Mobilitas – Chery Motor di Australia menyatakan, sub-mereknya – Jaecoo – menarik kembali (me-recall) ratusan unit Sport Utility Vehiccle (SUV) Jaecoo J7 di negara itu. Mobil merek asal Wuhu, Anhui, Republik Rakyat Cina itu terbukti mengalai cacat produksi sistem kelistrikannya.
Laporan The Sidney Herald dan The Drive yang disitat Mobilitas di Jakarta, Selasa (11/8/2026) menyebut rangkaian kabel di bawah jok depan yang bermasalah. Sehingga berpotensi menyebabkan mesin mati mendadak saat kendaraan melaju.
“Kondisi ini sangat riskan, karena berpotensi memicu kecelakaan, dan membayakan penggguna mobil maupun pengguna kendaraan lain di jalan. Chery Motor telah menyatakan untuk menarik (recall) mobil Jaecoo J7 yang terindentifikasi bermasalah,” bunyi pernyataan Kementerian Transportasi dan Infrastruktur Australia.
Dalam dokumen laporan recall yang disampikan Chery Motor Australia ke Kementerian Transportasi dan Infrastruktur disebutkan jumlah mobil Jaecoo J7 yang di-recall sebanyak 171 unit. Mereka merupakan model yang diproduksi pada tahun 2025 dan 2026.

Jaecoo menjelaskan, rangkaian kabel di bawah jok depan berpotensi bergesekan dengan braket palang penyangga jok. Jika gesekan terjadi secara terus-menerus, menyebabkan lapisan pelindung maupun rangkaian kabel rusak, sehingga fungsi sistem kelistrikan kendaraan terganggu.
“Karena cacat produksi, rangkaian kabel di bawah jok depan bergesekan dengan braket palang penyangga jok depan dan menjadi rusak” bunyi laporan Jaecoo Australia.
Jaecoo menyatakan akan melakukan perbaikan sistem kelistrik SUV tersebut, tanpa memungut biaya ke pemilik mobil. Kini Jaecoo tengah memberithu ke pemilik mobil agar mendatangi dealer Jaecoo terdekat untuk mendaapatkan perbaikan. (Din/Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id












