Jakarta, Mobilitas – Padahal, pasar mobil Indonesia di periode Januari hingga Maret alias kuartal pertama 2026 masih oke.
Ini terbukti dari kinerja penjualan total dealer (gabungan seluruh model dari semua merek yang ada) – baik secara grosir dari pabrik ke dealer (wholesales) maupun secara eceran dari dealer ke konsumen alias penjualan ritel – selama periode tersebut masih naik.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dinukil Mobilitas di Jakarta, Selasa (14/4/2026) menunjukkan secara kumulatif sepanjang kuartal I 2026, wholesales mobil di Indonesia mencapai 209.021 unit. Jumlah tersebut meningkat 1,7 persen dibanding periode yang sama di tahun 2025 yang sebanyak 205.539 unit.
Sementara itu, penjualan ritel pada saat yang sama tercatat sebanyak 211.905 unit. Total penjualan eceran tersebut naik tipis 0,5 persen dibanding total penjualan ritel di periode Januari – Maret 2025 yang masih sebanyak 210.766 unit.
Namun, mobil merek mewah milik Build Your Dreams (BYD) – Denza – penjualannya justru sebaliknya, ykni terpuruh. Total wholesales yang dibukukannya selama tiga bulan pertama 2026 itu hanya 1.117 unit, anjlok 55,7 persen dibanding periode sama di tahun 2025.

Sementara, total penjualan ritelnya – di saat yang sama – hanya 867 unit. Total penjualan eceran ke konsumen itu anjlok hingga 62,6 persen dibanding periode tiga bulan pertama 2025.
Penurunan penjualan terparah terjadi di bulan Maret, dimana total wholesales yang dibukukan Denza hanya 455 unit. Jumlah penjualn secara grosir itu anjlok hingga 71,3 persen dibanding Maret 2025.
Sedangkan penjualan ritelnya hany324 unit. Jumlah penjualan eceran dari dealer ke konsumen tersebut anjlok 82 persen dibanding penjualan yang dicetaknya pada bulan yang sama di tahun 2025. (Anp/Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id












