Shanghai, Mobilitas – Fakta memperlihatkan lonjakan ekspor hingga 80 persen lebih mobil elektrifikasi atau NEV – yang terdiri dari mobil listrik baterai, hingga plug-in hybrid – terj di pad bulan Mei.
Laporan laman Gasgoo dan data Asosiasi Mobil Penumpang Cina (CPCA) yang disitat Mobilitas di Jakarta, Jumat (5/6/2026) menyebut, di kurun waktu Januari – Mei 2026, Build Your Dreams (BYD) berhasil mengekspor NEV-nya sebanyak 614.470 unit. Jumlah ini meroket hampir dua kali lipat dibanding periode sama di tahun 2025 yang sebanyak 374.217 unit.
Fakta data juga berbicara, di rentang waktu lima bulan pertama 2026 tersebut, lonjakan ekspor NEV BYD melonjak fantastis terjadi di bulan Mei. Totalnya mencapai 160.177 unit, melonjak 80,7 persen dibanding periode Mei di tahun sebelumnya.
“Pencapaian ekspor tersebut merupakan rekor ekspor baru bagi perusahaan. Hal ini menjadi bukti transformasi pesat BYD dari produsen domestik menjadi kekuatan otomotif global,” ungkap Analis Industri di Bursa Saham Hong Kong, Matthew Hui, yang di kutip The Financial.

Menurut dia, total ekspor BYD di Januari – Mei 2025 telah meroket 112 persen dibanding jumlah ekspor yang dibukukannya selama periode sama di tahun 2024 yang masih sebanyak 176.409 unit. Sementara, total ekspor di lima bulan pertama 2024 itu juga sudah melejit hingga176.71 persen dibanding periode sama di tahun 2023 yang sebanyak 81.598 unit.
“Ekspor BYD di di Januari – Mei 2023 itu menandai fase pertumbuhan kritis bagi ekspansi internasional produsen mobil itu. Meski akhirnya mencapai total 242.765 unit di sepanjang tahun 2023,” jelas Hui.
Hui menyebut tren perjalanan kineja ekspor BYD itu juga diikuti wilayah pasar tujuan ekspor, yang tidak hanya di Asia-Pasifik saja, tetapi juga di Eropa, Timur Tengah, dan bahkan ke Afrika. Penerimaan konsumen di wilayah tujuan ekspor selain karena keungggulan teknologi, fitur, desain, juga aspek keberlanjutan bisnis atau dalam hal ini layanan purna jual y ang membuat konsumen nyaman. (Anp/Aa)
Mengawali kiprah di dunia jurnalistik sebagai stringer di sebuah kantor berita asing. Kemudian bergabung dengan media di bawah grup TEMPO Intimedia dan Detik.com. Sejak 2021 bergabung dengan Mobilitas.id












